Jakarta, SeputarSumut — Kekalahan telak yang diderita Cremonese saat menjamu Fiorentina pada pekan ke-29 Serie A Liga Italia memicu reaksi keras dari sang pelatih, Davide Nicola. Bertanding di Stadion Giovanni Zini pada Selasa (17/3) dini hari WIB, tim tuan rumah harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor mencolok 1-4.
Gawang yang dikawal Emil Audero menjadi bulan-bulanan para pemain La Viola melalui gol yang masing-masing dicetak oleh Fabiano Parisi, Roberto Piccoli, Dodo, dan Albert Gudmundsson. Cremonese hanya mampu memberikan satu gol hiburan lewat aksi David Okereke, yang gagal membendung dominasi lawan sepanjang pertandingan.
Update Olahraga: Davide Nicola Buka Suara Usai Cremonese Dibantai Fiorentina di Serie A
Gelombang protes dari para suporter pecah segera setelah peluit panjang dibunyikan di markas Cremonese. Menanggapi situasi tersebut, Nicola menyatakan bahwa dirinya sangat memaklumi kemarahan fans karena hasil buruk yang terus menghantui timnya belakangan ini.
“Saya setuju protes yang dilakukan suporter di akhir laga. Tidak ada yang senang dengan periode yang kita jalani saat ini, di mana kita terlalu mudah kebobolan,” ungkap Nicola sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih kawakan tersebut menegaskan bahwa misi utama untuk tetap bertahan di kasta tertinggi adalah dengan meraih poin penuh, namun hal itu membutuhkan perubahan mentalitas yang signifikan. Menurutnya, kekuatan tim harus dipupuk secara intensif melalui proses latihan internal demi mewujudkan transformasi performa di lapangan.
“Aman dari degradasi adalah meraih tiga poin, tetapi kami perlu memiliki kekuatan yang berbeda dan harus dipupuk secara internal sejak dalam latihan. Kami membutuhkan kekuatan untuk mewujudkan perubahan,” tambah Nicola menekankan pentingnya evaluasi mendalam.
Optimisme masih coba dipertahankan oleh sang juru taktik agar anak asuhnya segera bangkit dan keluar dari keterpurukan demi menjaga asa tetap berkompetisi di Serie A musim depan. Ia mengakui bahwa rapuhnya pertahanan menjadi kendala utama, namun ia yakin pengalaman masa lalunya bisa menjadi kunci untuk mengatasi krisis ini.
“Intinya adalah kita berada di masa terlalu mudah kebobolan. Saya tidak tahu masalahnya, tetapi yang saya tahu saya telah melalui periode seperti ini, bahkan yang lebih buruk,” tutur Nicola optimistis.
Hasil negatif ini memberikan dampak buruk pada posisi klasemen, di mana Cremonese semakin terperosok jauh ke dalam zona merah. Emil Audero dan kawan-kawan kini tertahan di posisi ke-18 dengan raihan 24 poin, terpaut jarak tiga angka dari zona aman yang saat ini ditempati oleh Lecce di urutan ke-17.
Sebaliknya, kemenangan penting bagi Fiorentina ini membawa mereka merangkak naik ke posisi ke-16 klasemen sementara. Dengan tambahan tiga poin, La Viola kini mengoleksi total 28 poin, unggul tipis satu angka di atas Lecce.
Sementara itu di persaingan papan atas, Inter Milan masih belum tergoyahkan dari puncak klasemen Serie A. Nerazzurri kokoh di posisi pertama dengan koleksi 68 poin, mempertahankan keunggulan delapan angka dari rival sekota mereka, AC Milan, yang membuntuti di peringkat kedua.(*/cnni)


