Jakarta, SeputarSumut — Kepastian satu tempat di babak semifinal Swiss Open 2026 bagi Indonesia sudah berada di tangan meski pertandingan perempat final belum resmi digelar. Keberhasilan dua wakil ganda campuran Indonesia menembus delapan besar menciptakan situasi “perang saudara” yang menjamin satu tiket ke fase empat besar tetap menjadi milik Merah Putih.
Adalah pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang dijadwalkan akan bertarung melawan rekan senegaranya, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Pertemuan krusial antaranggota pelatnas ini akan dilangsungkan pada Sabtu (14/3) pukul 01.20 dini hari waktu setempat.
Update Olahraga: Derbi Merah Putih di Perempat Final Swiss Open 2026: Amri/Nita dan Adnan/Indah Berebut Tiket Semifinal
Keberhasilan keduanya melaju ke perempat final didapat setelah masing-masing sukses menumbangkan wakil dari Taiwan pada babak 16 besar yang berlangsung Kamis (12/3) malam. Konsistensi permainan yang mereka tunjukkan menjadi kunci utama keberhasilan Indonesia mengamankan posisi di bagan undian tersebut.
Kemenangan Amri/Nita diraih lewat drama tiga gim yang melelahkan saat menghadapi pasangan Liu Kuang Heng/Jheng Yu Chieh dengan skor 21-19, 15-21, dan 21-17. Tren positif ini diikuti oleh Adnan/Indah yang mampu menyudahi perlawanan ganda putra Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang secara straight game 21-16, 21-19.
Berdasarkan struktur bagan undian turnamen, dua pasangan asuhan pelatih Rionny Mainaky ini memang sudah ditakdirkan untuk saling berhadapan. Kondisi ini memaksa mereka harus saling mengalahkan demi bisa melangkah lebih jauh di turnamen kelas dunia tersebut.
“Kami sempat memiliki peluang untuk menyelesaikan pertandingan lewat dua gim saja, namun sayangnya di gim kedua kami justru sering melakukan eror sendiri,” jelas Nita Violina Marwah dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
“Mengenai laga melawan Adnan/Indah besok, kami sudah sama-sama memahami gaya permainan masing-masing. Biasanya, jika berhadapan dengan rekan satu tim, kemenangan akan ditentukan oleh siapa yang paling siap di lapangan,” tambahnya saat memberikan pandangan mengenai lawan selanjutnya.
Di sisi lain, pasangan Adnan/Indah menyatakan kesiapan penuh mereka untuk meladeni tantangan rekan setimnya itu. Mereka menjadikan performa di babak sebelumnya sebagai bahan evaluasi agar bisa bermain lebih efektif dan maksimal pada pertandingan perempat final.
“Fokus kami adalah tidak boleh bermain terlalu terburu-buru; ada beberapa bola mudah yang seharusnya menjadi poin malah mati sendiri tadi. Hal-hal seperti itu harus kami minimalisir untuk pertandingan besok,” ungkap Indah Cahya Sari Jamil dalam kesempatan terpisah.
Catatan pertemuan menunjukkan bahwa kedua pasangan ini memiliki rekor yang cukup ketat dengan kedudukan imbang 1-1. Sejauh ini, Amri/Nita dan Adnan/Indah pernah saling mengalahkan dalam dua ajang berbeda, yaitu Indonesia Masters dan Malaysia International Challenge tahun 2024 lalu.
“Target kami besok di perempat final adalah mencoba memaksimalkan kembali performa dan pola permainan yang sudah direncanakan,” tutup Adnan Maulana dengan nada optimis.(*/dtk)


