Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Dianggap Hina Jokowi, Budayawan Butet Kartaredjasa Dilaporkan ke Polda

Oleh Redaksi 15
Rabu, 31 Januari 2024
Foto: Butet Kartaredjasa.

Butet Kartaredjasa.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Sleman | Sejumlah relawan melaporkan budayawan Butet Kartaredjasa ke Polda DIY. Hal itu buntut ucapan Butet saat kampanye yang dianggap menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Laporan itu dilakukan oleh relawan Projo, Sedulur Jokowi, relawan Arus Bawah Jokowi, dan didampingi oleh TKD Prabowo-Gibran.

Sorot Politik: Dianggap Hina Jokowi, Budayawan Butet Kartaredjasa Dilaporkan ke Polda

Iklan Indako SeputarSumut

Ketua Projo DIY, Aris Widi Hartanto, mengatakan pelaporan ini didasari ucapan Butet pada acara kampanye Ganjar-Mahfud di Wates, Kulon Progo, pada 28 Januari lalu. Aris bilang ucapan Butet menghina presiden.

“Dari video yang beredar mas Butet terbukti melakukan upaya melakukan penghinaan terhadap bapak Jokowi yang sebetulnya itu tidak elok dilakukan oleh budayawan,” kata Aris kepada wartawan di Mapolda DIY, Selasa (30/1/2024).

“Bagian yang mengatakan pak jokowi sebagai binatang itu,” imbuhnya.

Berita Terkait

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

DPRD Medan Kritik Penataan Kota Jelang Munas APEKSI: Jangan Bersih Hanya Karena Ada Tamu

Dia melanjutkan tindakan yang dilakukan Butet itu sudah melenceng. Aris menilai, saat kampanye harusnya fokus pada penyampaian program dan bukan menyerang pihak lain.

“Jadi, seharusnya mas Butet seorang budayawan yang sudah senior bisa lebih bijak ketika menyampaikan sesuatu,” katanya.

Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi TKD Prabowo-Gibran, Romi Habie mengatakan Butet diadukan atas dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Teman-teman relawan meminta agar supaya kriminal umum yang diajukan dalam hal ini perbuatan tidak menyenangkan dan pencemaran nama baik,” katanya.

Romi bilang setelah konsultasi dengan pihak kepolisian, para relawan kemudian melaporkan Butet atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Alat bukti itu pertama memang ada pada saat kampanye ada saksi yang menyaksikan langsung terkait dengan orasi dari bapak Butet. Terus kedua ada rekaman juga sebagai bentuk bukti,” pungkasnya.

Adapun pelaporan itu tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/114/1/2024/SPKT Polda DIY tertanggal 30 Januari 2024. Laporan ditandatangani Ka Siaga II SPKT Polda DIY Kompol Sugiarta.

Dalam bukti pelaporan itu, disebutkan Butet dilaporkan melakukan tindak pidana penghinaan UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 315.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda DIY AKBP Verena SW saat dikonfirmasi membenarkan pelaporan itu. Polisi masih mempelajari laporan dan akan menindaklanjuti hal itu.

“Benar hari ini ada laporan tersebut, akan kami pelajari dan tindaklanjuti,” kata Verena.

Sebelumnya, seniman dan budayawan Butet Kartaredjasa ambil bagian dalam kampanye akbar Ganjar-Mahfud di Alun-alun Wates, Kulon Progo, hari ini. Di atas panggung, Butet sempat menyinggung ‘tukang ngintil’ alias tukang mengikuti.

“Setiap Mas Ganjar datang, lalu ada yang ngintili (mengikuti), hari ini Mas Ganjar akan datang menemui kita, kemarin sudah ada yang ngintili,” kata Butet di hadapan massa pendukung Ganjar-Mahfud di Alun-alun Wates, Minggu (28/1/2024).

Setelah itu, Butet lantas menyampaikan pantun sindiran dengan menyebut nama Jokowi. Pantun itu disebutnya Pantun Hajatan Rakyat. Penampilan Butet disambut riuh massa kampanye yang hadir. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Bazar UMKM Ramaikan APEKSI di Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
  • Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90 Persen Capai Rp7,08 Triliun pada 2025
  • HUT ke-436 Kota Medan: Stasiun Medan Layani 913 Ribu Pelanggan Selama Semester Pertama 2026
  • Pilihan Warna Baru New Honda BeAT Meluncur Simak Perubahan Desain dan Daftar Harganya
  • Kecelakaan Lalu Lintas di Tikungan Siahaan Toba Dua Mobil Terlibat Tabrakan dan Dua Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com