Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Dituduh Selewengkan Dana, Wapres Ini Terancam Dimakzulkan

Oleh Redaksi 15
Jumat, 6 Desember 2024
Foto: Wapres Filipina Sara Duterte.

Wapres Filipina Sara Duterte.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Manila – Wakil Presiden (Wapres) Filipina Sara Duterte mendapatkan aduan pemakzulan kedua pada Rabu (4/12). Ini terjadi saat dia sedang menghadapi penyelidikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr dan dugaan penyelewengan dana pemerintah.

Sara yang merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte ini, seperti dilansir AFP, Rabu (4/12/2024), terjerumus ke dalam pergolakan politik setelah aliansinya dengan Marcos Jr runtuh menjelang pemilu sela yang dijadwalkan digelar tahun depan.

Dunia Internasional: Dituduh Selewengkan Dana, Wapres Ini Terancam Dimakzulkan

Iklan Indako SeputarSumut

Pada Juni lalu, Sara mengundurkan diri dari jabatannya dalam kabinet sebagai Menteri Pendidikan, namun masih menjabat sebagai Wapres Filipina.

Aduan terbaru diajukan oleh para aktivis, guru, mantan anggota Kongres dan beberapa pihak lainnya, pada Rabu (4/12) waktu setempat, kepada parlemen Filipina.

Aduan itu, menurut koalisi sayap kiri Makabayan, menuduh Sara telah mengkhianati kepercayaan publik terkait dugaan penyelewengan dana publik sebesar jutaan dolar Amerika ketika dia masih menjabat Menteri Pendidikan.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

“Penyelewengan dana rahasia sebesar lebih dari setengah miliar Peso yang secara kurang ajar dilakukan oleh Wakil Presiden, khususnya likuidasi mencurigakan sebear 125 juta Peso hanya dalam waktu 11 hari pada akhir tahun 2022, merupakan pengkhianatan besar terhadap kepercayaan publik,” sebut mantan anggota Kongres, Teddy Casino, dan salah satu pelapor lainnya, dalam sebuah pernyataan.

“Rakyat Filipina, khususnya para pembayar pajak yang menanggung beban pendanaan operasional pemerintah, berhak menuntut akuntabilitas dari pejabat tertinggi kedua mereka,” cetus pernyataan tersebut.

Koalisi aktivis berbeda telah mengajukan aduan yang juga masuk ranah pemakzulan terhadap Sara pada Senin (2/12) waktu setempat, yang menuduhnya melakukan tindak korupsi dan pelanggaran jabatan. Sara sebelumnya membantah telah menyelewengkan dana publik.

Tidak diketahui secara jelas apakah salah satu dari dua aduan yang masuk ranah pemakzulan itu, akan mendapatkan dukungan dari sepertiga anggota parlemen yang diperlukan untuk bisa diteruskan ke sidang Senat Filipina.

Meskipun sekutu-sekutu politik Marcos Jr memegang mayoritas dalam majelis rendah, atau DPR, Filipina, sang Presiden Filipina itu telah secara terbuka menyebut upaya semacam itu hanya membuang-buang waktu.

Di bawah Konstitusi Filipina, proses pemakzulan tidak bisa dilakukan terhadap orang yang sama lebih dari satu kali dalam setahun. Ini berarti DPR Filipina, yang menjadi tempat dua aduan terhadap Sara diajukan, harus memilih salah satu atau melakukan konsolidasi.

Aduan terbaru ini menambah permasalahan hukum yang dihadapi Sara, ketika dia sedang menghadapi penyelidikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap Marcos Jr dan penyelidikan lainnya atas dugaan penyalahgunaan dana pemerintah.

Sara dipanggil oleh otoritas kehakiman Filipina, setelah mengungkapkan dalam konferensi pers bahwa dirinya telah menginstruksikan salah satu pengawalnya untuk membunuh Marcos Jr jika dirinya tewas dibunuh terlebih dahulu. Belakangan dia menyebut pernyataannya itu disalahartikan.

Dia juga sedang menghadapi penyelidikan oleh DPR Filipina, yang dipimpin oleh Martin Romualdez, sepupu Marcos Jr, atas dugaan penyalahgunaan dana pemerintah senilai jutaan dolar Amerika. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com