Jakarta, SeputarSumut — Marco Bezzecchi sukses mempertahankan tren positifnya yang luar biasa pada pembukaan musim MotoGP 2026. Keberhasilannya mengamankan tiga kemenangan beruntun di awal musim ini melengkapi catatan impresifnya menjadi total lima kemenangan tanpa putus jika ditarik dari seri penutup tahun lalu.
Lintasan Circuit of the Americas (COTA) kembali menjadi saksi kehebatan Bezzecchi saat dirinya naik ke podium tertinggi dalam gelaran MotoGP Amerika Serikat 2026 pada Senin (30/3/2026) dini hari WIB. Mengendarai motor Aprilia, pembalap asal Italia tersebut berhasil mempecundangi rekan setimnya, Jorge Martin, serta bintang muda KTM, Pedro Acosta, yang harus puas finis di posisi berikutnya.
Update Olahraga: Dominasi Tanpa Celah: Marco Bezzecchi Samai Rekor Legenda MotoGP di Sirkuit COTA 2026
Torehan di Austin ini merupakan hattrick kemenangan Bezzecchi pada tiga seri utama musim ini, menyusul kejayaan sebelumnya di Thailand dan Brasil. Apabila dikalkulasikan dengan dua kemenangan terakhir musim lalu di Portugal dan Valencia, maka pembalap berusia 27 tahun tersebut kini telah mengoleksi lima kemenangan beruntun di kelas utama.
Pencapaian ini tergolong sangat langka dan fenomenal karena sepanjang sejarah kelas primer (500cc/MotoGP), tercatat hanya ada tujuh pembalap legendaris yang mampu melakukan hal serupa. Nama Bezzecchi kini sejajar dengan deretan raksasa balap motor seperti Geoff Duke, John Surtees, Mike Hailwood, Giacomo Agostini, Mick Doohan, Valentino Rossi, hingga Marc Marquez.
Satu hal yang membuat rekor ini kian istimewa adalah fakta bahwa Bezzecchi memenangi kelima balapan tersebut dengan status pemimpin balapan di setiap putaran. Konsistensinya dalam menjaga posisi terdepan selama 121 lap secara total membuatnya memecahkan rekor baru di kejuaraan dunia.
Angka tersebut secara otomatis melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Jorge Lorenzo, yang pernah memimpin jalannya balapan selama 103 putaran. Meraih kemenangan sekaligus mengukir sejarah baru di samping para legenda membuat Bezzecchi merasa sangat emosional dan kehilangan kata-kata.
“Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata. Sangat sulit untuk bisa menggambarkan bagaimana perasaan dan emosi saya, khususnya pada hari yang luar biasa ini,” tuturnya sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP.
Ia merasa ada sesuatu yang tidak biasa ketika mendengar namanya disandingkan dengan sosok besar seperti Valentino Rossi atau Marc Marquez. Terlebih lagi, ia merasa sangat beruntung bisa bersaing langsung di lintasan dengan Marquez, yang menurutnya masih merupakan pembalap tercepat dan terkuat di grid saat ini.
“Ini adalah sebuah hak istimewa yang luar biasa. Meskipun ada tekanan besar, saya merasa sangat bangga bisa berada di titik ini dan mengukir catatan sejarah, walau pada akhirnya itu hanyalah deretan angka,” lanjut Bezzecchi.
Menutup pernyataannya, Bezzecchi menekankan pentingnya untuk tetap membumi dan tidak cepat puas dengan hasil yang telah diraih. Ia berkomitmen untuk segera kembali bekerja keras keesokan harinya setelah menikmati momen perayaan kemenangannya di Amerika Serikat.(*/dtk)


