Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

DPRD Sumut: Kurikulum Sekolah Rakyat Wajib Diperkuat untuk Pemerataan Akses

Oleh Redaksi 15
Jumat, 31 Oktober 2025
Foto: Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Meryl Rouli Saragih.(Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Meryl Rouli Saragih.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut – Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Meryl Rouli Saragih, mendesak pentingnya peningkatan kualitas kurikulum serta Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menjalankan program pendidikan Sekolah Rakyat (SR).

“Kita harus pastikan sumber daya yang mumpuni dapat mengeksekusi dan mengimplementasikan sekolah rakyat dengan benar secara tepat sasaran. Sehingga target dan Key Performance Indicator atau Indikator Kinerja Utama dapat tercapai,” kata Meryl, seperti dikutip dari Mistar, Jumat (31/10/2025).

Sorot Politik: DPRD Sumut: Kurikulum Sekolah Rakyat Wajib Diperkuat untuk Pemerataan Akses

Iklan Indako SeputarSumut

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa setiap anak diyakini berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, terlepas dari apakah itu melalui jalur formal atau alternatif. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi secara berkala sangat diperlukan guna memastikan kurikulum pendidikan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan efektif.

Kurikulum Sekolah Rakyat, jelas Wakil Sekretaris PDI Perjuangan Sumut itu, lahir dari semangat pemerataan akses dan pemberdayaan masyarakat. Ia menuturkan, kurikulum jenis ini memiliki perbedaan mendasar dengan kurikulum formal yang selama ini berbasis standar nasional.

“Sekolah Rakyat biasanya menerapkan pendekatan yang lebih kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Perbedaan kurikulum itu juga mencakup beberapa aspek,” tambahnya.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

Salah satu perbedaan kurikulum, papar Meryl, adalah penyesuaian materi dengan konteks lokal dan kearifan daerah, mencakup realitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat.

“Ini penting agar pendidikan tidak terputus dari kehidupan nyata masyarakat, khususnya di Sumatera Utara yang kaya budaya dan karakter lokal,” ucap Meryl.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan humanis dan partisipatif menjadi titik berat Sekolah Rakyat. Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif untuk membangun kesadaran kritis, empati sosial, karakter, dan kepemimpinan.

“Murid dari sekolah rakyat itu tidak hanya diberi materi, tetapi juga dilibatkan dalam proses berpikir, berdiskusi, dan beraksi. Sehingga mereka dilatih beradaptasi secara maksimal,” ujarnya.

Selain itu, pemberdayaan dan kemandirian melalui Sekolah Rakyat menekankan pada keterampilan hidup (life skills), kecakapan vokasional, dan kesiapan bersosial. Ia menyatakan bahwa hal ini selaras dengan prinsipnya.

“Ini sejalan dengan prinsip saya bahwa pendidikan harus memampukan, bukan sekadar mengajarkan,” katanya.

Kehadiran Sekolah Rakyat, kata Meryl, adalah untuk memastikan setiap anak, khususnya dari keluarga kurang mampu, dapat terus mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Ia melanjutkan, “Maka saya mendukung inisiatif pendidikan kerakyatan yang mampu memperluas akses, menguatkan karakter, serta membentuk generasi yang sadar sosial, mandiri, dan berdaya.”

Meryl menekankan, meskipun kurikulum nasional sudah terstruktur dan memiliki standar kompetensi yang baik, Sekolah Rakyat hadir sebagai alternatif yang lebih fleksibel, terutama bagi wilayah dengan akses pendidikan yang terbatas di Sumut.(*/mst)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com