Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Ekspor Karet Sumut Anjlok, Ini Penyebabnya

Oleh Redaksi 15
Rabu, 19 Juni 2024
Foto: Getah pohon karet.

Getah pohon karet.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Medan | Ekspor karet asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan per Mei 2024. Lesunya ekspor karet karena adanya kebijakan anti deforestasi Eropa yang dikenal dengan EUDR.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, mencatat volume ekspor sebanyak 15.620 ton periode Mei 2024. Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Berita Ekonomi: Ekspor Karet Sumut Anjlok, Ini Penyebabnya

Iklan Indako SeputarSumut

“Secara YoY bila dibanding Mei 2023 penurunan sangat tajam sebesar 46,39%. Bila melihat rata-rata normal volume ekspor bulanan sekitar 42 ribu ton, bahkan pada April 2011 mencapai 54 ribu ton,” katanya Selasa (18/6/2024).

Edy mengakui bahwa kinerja ekspor karet asal Sumut dari bulan ke bulan masih lesu. Ia menyebut saat ini para pengusaha terus berusaha agar volume dapat tidak terlalu anjlok.

“Terlihat bahwa seiring dengan perjalanan waktu dari tahun ketahun kinerja ekspor karet Sumatera Utara terus mengalami pelemahan. Penurunan volume ekspor ini tentunya berdampak terhadap devisa hasil ekspor Sumatera Utara. Pelaku usaha industri pengolahan karet sebagai salah satu pemangku kepentingan terus berupaya agar volume ekspor dapat dipertahankan,” ujarnya.

Berita Terkait

OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031

IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan

Tak hanya dari segi permintaan yang sepi, Edy menuturkan bahwa anjloknya ekspor karet lantaran pengetatan regulasi dari negara tujuan ekspor.

“Pemicu utama anjloknya volume ekspor adalah adanya ketentuan dari buyer agar setiap partai karet yang diekspor harus mengikuti regulasi anti deforestasi Eropa yang dikenal dengan EUDR,” kata Edy.

Edy membeberkan ekspor ke Eropa untuk pengapalan bulan Mei ke sebesar 18,68% dengan 10 negara tujuan, yaitu Polandia, Luksemburg, Jerman, Slovenia, Belgia, Spanyol, Italia, Perancis, Belanda, dan Finlandia. Ekspor tersebut adalah karet remah (berupa SIR/TSR) untuk bahan baku pembuatan ban.

“Dampak yang lebih besar lagi bahwa negara tujuan non-Eropa juga mempersyaratkan pemenuhan EUDR, sebab buyernya adalah industri ban dimana produk ban ini yang juga akan dipasarkan ke Eropa harus memenuhi regulasi EUDR,” jelasnya.

“Kesulitan pabrik memenuhi regulasi EUDR mengakibatkan volume ekspor menurun drastis. Pelaku usaha tidak dapat berbuat banyak memenuhi regulasi EUDR tanpa bantuan pemerintah dalam hal legalitas lahan dan database petani karet,” sambung Edy.

Adapun ekspor pada pengapalan Mei 2024, ada 25 negara tujuan ekspor, adapun lima posisi teratas adalah Jepang 31,31%, Amerika Serikat 26,28%, Canada 7,68%, Polandia 6,45%, dan Luksemburg 3,87%.
Dari sisi pasokan, Edy mengatakan bahwa bahan baku karet di Sumut masih sulit didapat lantaran dipengaruhi oleh cuaca. Ia menyebut cuaca yang tak menentu mempengaruhi produksi.

“Pabrik pengolahan karet juga masih sulit mendapatkan bahan baku karena adanya gangguan cuaca, belakangan ini sering terjadi hujan dan mengakibatkan produksi dari kebun karet berkurang. Saat ini wilayah Sumatera Utara sudah pulih dari musim gugur daun tahunan, namun akibat adanya gangguan cuaca berupa hujan yang tidak menentu diperkirakan pasokan bahan olah karet (BOKAR) bulan ini masih terbatas,” lanjut Edy.

Harga karet SIOCM-TSR20 rata-rata bulanan Mei sebesar 168,74 sen AS per kg atau naik sebesar 6,3 sen dari rataan bulan April. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sinopsis Drama Korea Love in Sync yang Dibintangi Kim Myung-soo dan Kang Min-ah
  • Penyebab Bangun Tidur Badan Sakit Semua Menurut Hinge Health
  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com