Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dimulai Hari Ini

Oleh Redaksi 15
Kamis, 28 November 2024
Foto: Perang Israel dan Lebanon.

Perang Israel dan Lebanon.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa pemerintah Israel dan Lebanon telah menerima proposal mengakhiri konflik dengan Hizbullah. Biden menyebut kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan berlaku mulai pada Rabu, 27 November pukul 4 pagi waktu setempat.

“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai hari ini, yang berlaku mulai pukul 4 pagi besok waktu setempat, pertempuran di perbatasan Lebanon-Israel akan berakhir,” kata Biden dalam sambutannya di Gedung Putih, Rabu (27/11/2024).

Dunia Internasional: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dimulai Hari Ini

Iklan Indako SeputarSumut

“Ini dirancang untuk menjadi penghentian permusuhan secara permanen. Apa yang tersisa dari Hizbullah dan organisasi teroris lainnya tidak akan diizinkan,” tambahnya.

Presiden Joe Biden mengatakan pemerintah Israel dan Lebanon telah menerima proposal untuk “mengakhiri konflik yang menghancurkan antara Israel dan Lebanon.” Presiden memuji perkembangan tersebut sebagai “kabar baik” saat berpidato dari Rose Garden pada hari Selasa waktu setempat.

Biden mengatakan Israel “mempertahankan hak untuk membela diri” jika Hizbullah “atau siapa pun” melanggar kesepakatan.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Joe Biden menilai kesepakatan gencatan senjata merupakan terobosan untuk mengakhiri kekerasan di Lebanon. Namun, ia menegaskan kembali bahwa Israel “mempertahankan hak untuk membela diri” jika Hizbullah “atau siapa pun” melanggar kesepakatan yang baru diumumkan tersebut.

“Biarkan saya perjelas, jika Hizbullah atau siapa pun melanggar kesepakatan dan menimbulkan ancaman langsung terhadap Israel, maka Israel mempertahankan hak untuk membela diri, sesuai dengan hukum internasional.”

Kesepakatan tersebut “menandai awal yang baru bagi Lebanon” dan membantu negara tersebut mempertahankan kedaulatannya, kata Biden. Ia memastikan pasukan AS tak akan dikerahkan ke Lebanon selatan.

Biden menambahkan bahwa rakyat Gaza juga “berhak mendapatkan akhir dari pertempuran dan pengungsian” karena serangan Israel terus berlanjut di wilayah yang terkepung.

Biden meyakini kesepakatan ini “membawa kita lebih dekat untuk mewujudkan agenda afirmatif”. Ia kemudian membayangkan kondisi Timur Tengah yang damai dan sejahtera, serta terintegrasi lintas batas.

“Masa depan di mana Palestina memiliki negara mereka sendiri; negara yang memenuhi aspirasi sah rakyatnya; dan negara yang tidak dapat mengancam Israel atau melindungi kelompok teroris dengan dukungan dari Iran. Masa depan di mana Israel dan Palestina menikmati keamanan, kemakmuran, dan ya, martabat yang setara,” ucapnya.

Biden menggarisbawahi krisis pengungsi yang dipicu oleh perang Israel dengan Hizbullah di Lebanon. Ia menyebut sebanyak 300.000 warga Lebanon dan 70.000 warga Israel terpaksa menjadi pengungsi sejak perang Israel-Hizbullah berkecamuk.

“Sejak perang dengan Hizbullah dimulai, lebih dari 70.000 warga Israel terpaksa hidup sebagai pengungsi di negara mereka sendiri, tak berdaya melihat rumah, bisnis, dan komunitas mereka dibombardir dan dihancurkan. Dan lebih dari 300.000 warga Lebanon juga terpaksa hidup sebagai pengungsi di negara mereka sendiri,” kata Biden.

“Secara keseluruhan, ini adalah konflik paling mematikan antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa dekade,” tambahnya. (CNBC)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com