Jakarta, SeputarSumut — Jabatan sebagai Ketua Delegasi Tim Nasional Italia resmi ditinggalkan oleh Gianluigi Buffon. Keputusan besar ini diambil sang legenda kiper menyusul kegagalan tragis Gli Azzurri untuk mendapatkan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
Mimpi Timnas Italia untuk kembali berlaga di panggung tertinggi dunia harus terkubur dalam-dalam. Skuad asuhan Italia dipastikan absen setelah menderita kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 1-4 pada laga final play-off. Pertandingan tersebut sebelumnya berakhir imbang 1-1 sepanjang 120 menit sebelum akhirnya ditentukan melalui titik putih.
Update Olahraga: Gianluigi Buffon Mundur Jadi Ketua Delegasi Italia Gli Azzurri Gagal Lolos Piala Dunia 2026 Tiga Kali Beruntun
Tragedi kegagalan melaju ke Piala Dunia 2026 ini melengkapi penderitaan Italia yang tidak mampu lolos dalam tiga edisi secara berturut-turut. Sebelum catatan buruk kali ini La Nazionale juga sudah lebih dulu menjadi penonton pada ajang Piala Dunia edisi 2018 dan 2022.
Banyak pihak merasa hasil ini sangat memalukan mengingat status Italia sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola global dengan koleksi empat trofi juara dunia namun terakhir kali mereka mencicipi atmosfer Piala Dunia adalah pada tahun 2014 silam.
Konsekuensi dari hasil minor tersebut langsung mengguncang jajaran petinggi sepak bola di negeri pizza. Gabriele Gravina selaku Presiden Federasi Sepakbola Italia atau FIGC secara resmi telah mengumumkan pengunduran dirinya tak lama setelah Italia dinyatakan gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Langkah serupa kemudian diambil oleh Gianluigi Buffon yang memutuskan untuk meletakkan tugasnya sebagai Ketua Delegasi Timnas Italia. Mantan kapten legendaris itu meninggalkan posisi strategis yang sudah diembannya sejak musim panas tahun 2023 yang lalu.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya Buffon memberikan konfirmasi terkait keputusan mundur tersebut. Ia sebenarnya memiliki keinginan untuk langsung berhenti tepat setelah pertandingan melawan Bosnia akhir pekan kemarin namun ia memilih untuk menahan diri hingga Gravina resmi mundur lebih dulu.
Mundur seketika setelah laga melawan Bosnia tuntas merupakan sebuah dorongan hati yang sangat mendalam bagi saya. Hal itu terasa sangat spontan seperti air mata yang jatuh di lubuk hati saya dan saya tahu perasaan itu juga kalian rasakan tulis Buffon dalam pernyataannya di media sosial.
Buffon menambahkan bahwa ia sempat diminta untuk memberikan waktu bagi semua pihak melakukan refleksi diri. Namun setelah Presiden Gravina memutuskan mundur ia merasa memiliki kebebasan untuk melakukan tindakan yang dianggapnya sebagai bentuk tanggung jawab. Walaupun ia merasa telah membangun semangat tim yang baik bersama Rino Gattuso dan para staf lainnya dalam waktu singkat target utama untuk membawa Italia kembali ke Piala Dunia tetap tidak tercapai.(*/dtk)


