Jakarta, SeputarSumut — Keyakinan tinggi disampaikan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa Tim Nasional Iran tetap akan berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026, walaupun saat ini negara tersebut sedang terlibat dalam situasi peperangan dengan Amerika Serikat.
Pernyataan ini sengaja dilontarkan oleh Infantino untuk meredam berbagai isu miring sekaligus memberikan penegasan bahwa pihak Iran masih memiliki komitmen penuh untuk berkompetisi. Informasi mengenai kepastian ini diperoleh Infantino secara langsung ketika dirinya berkunjung ke kamp latihan timnas Iran di Antalya, Turki, pada masa jeda internasional bulan yang lalu.
Update Olahraga: Gianni Infantino Tegaskan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Sedang Berkonflik dengan AS
Munculnya kekhawatiran di jagat sepak bola dunia disebabkan oleh fakta bahwa Iran dijadwalkan melakoni seluruh pertandingan fase grup di wilayah Amerika Serikat. Pemerintah Iran sebenarnya telah melayangkan permohonan resmi untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Meksiko, namun permintaan tersebut mendapatkan penolakan dari pihak FIFA.
Infantino dalam wawancaranya yang dilansir oleh ESPN menyebutkan bahwa tim nasional Iran sudah pasti akan berlaga di turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut. Ia menyatakan harapan agar situasi di sana bisa segera mendingin karena hal itu akan sangat membantu proses kelancaran turnamen, namun ia memastikan Iran tetap hadir karena mereka membawa representasi rakyat dan para pemainnya sendiri memiliki keinginan kuat untuk bertanding.
Kelanjutan keikutsertaan Iran dalam turnamen empat tahunan ini sempat menjadi tanda tanya besar menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah. Saat ini Iran sedang berseteru hebat dengan Amerika Serikat dan Israel terkait masalah penutupan Selat Hormuz, di mana upaya mediasi yang telah dilakukan hingga kini belum juga membuahkan kesepakatan damai.
Dalam kunjungannya di Antalya dua pekan silam, Infantino melihat sendiri semangat para pemain Iran yang sangat menggebu-gebu untuk segera bermain di lapangan hijau. Menurutnya, dunia olahraga harus benar-benar dipisahkan dari urusan politik demi menjaga solidaritas antarnegara, meskipun ia mengakui bahwa mereka hidup di bumi yang penuh dinamika dan bukan di bulan.
Konsekuensi dari situasi politik ini sempat memicu wacana bahwa Iran kemungkinan besar akan mengundurkan diri karena enggan menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Jika hal itu benar terjadi, sempat muncul spekulasi bahwa posisi Iran bakal digantikan oleh negara Asia lainnya, termasuk Indonesia yang disebut-sebut masuk dalam daftar kandidat pengganti.
Berdasarkan jadwal yang telah dirilis, Iran akan memulai petualangan mereka di fase grup dengan bertanding di Sofi Stadium, Inglewood, California. Mereka dijadwalkan bertemu dengan Selandia Baru pada tanggal 15 Juni, kemudian menghadapi Belgia pada 21 Juni, sebelum akhirnya terbang menuju Seattle untuk melawan Mesir pada 26 Juni.
Melihat pada alur bagan pertandingan untuk fase gugur nanti, skuat Iran kemungkinan besar tetap harus bermain di wilayah Amerika Serikat apabila mereka berhasil lolos dari penyisihan grup. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara dalam menjamin keamanan dan kenyamanan tim di tengah atmosfer hubungan diplomatik yang sedang memanas.(*/dtk)


