Medan, SeputarSumut — Anggota DPRD Medan Godfried Effendi Lubis terpilih menjadi Ketua Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (Pansus LKPJ) Wali Kota dalam penggunaan APBD tahun anggaran 2025. LKPJ disampaikan Wali Kota Rico Waas, Senin (9/3/2026), pada rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Wong Sen.
Keesokan harinya, fraksi-fraksi di DPRD Medan menyampaikan pemandangan umum. Setelah libur lebaran, Pansus yang sudah dibentuk melakukan rapat, Senin (30/3/2026) dan terpilihlah Godfried Effendi Lubis dari Fraksi PSI menjadi Ketua Pansus.
Sorot Politik: Godfried Lubis Pimpin Evaluasi Penggunaan APBD Kota Medan Rp6,32 Triliun
Dihubungi wartawan, Sabtu (4/4/2026), Godfried mengatakan, pansus akan mulai melakukan evaluasi penggunaan APBD pada 6-20 April 2026. “Pansus akan memanggil seluruh instansi seperti Dinas, Badan, Satpol PP, Inspektorat , Perusahaan Umum Daerah (PUD) terdiri dari PUD Pasar, PUD Pembangunan dan PUD Rumah Potong Hewan (RPH),” katanya.
Dia mengungkapkan, APBD Kota Medan tahun anggaran 2025 sebesar Rp 6,32 triliun lebih dari target Rp 6,96 triliun atau 90,79 persen. Pendapatan yang diperoleh adalah dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 3,09 triliun, pendapatan transfer Rp 3,13 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp100 miliar.
Sedangkan realisasi belanja daerah adalah Rp 5,83 triliun yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal serta belanja tak terduga. “Kita akan mengevaluasi penggunaan anggaran tersebut, karena itulah tupoksi kami selaku legislatif. Kami membuat undangan-undang (Perda), membuat anggaran (APBD) bersama eksekutif (Pemda) dan mengawasi penggunaan anggaran tersebut,” ungkapnya.
Pihaknya (Pansus), kata Godfried, akan menanyakan ke semua instansi yang menggunakan anggaran APBD. Apakah anggaran yang digunakan tepat sasaran, tercapai targetnya atau serapan anggarannya.
“Semua nanti akan kami kupas tuntas, apalagi APBD kita terbesar di Sumut sampai Rp 6 triliun lebih, dirasakan orang kurang mampu atau tidak. Kemudian nanti akan kita lihat berapa Silpanya (Sisa lebih penggunaan anggaran), kenapa bisa Silpa, nanti kita tanyakan di rapat pansus,” tegasnya.(BEN)


