Medan, SeputarSumut — Akses menuju kawasan objek wisata pemandian air panas Sidebuk-Debuk di Kabupaten Karo kini dijaga ketat selama 24 jam penuh oleh personel gabungan guna memberantas praktik pungutan liar yang meresahkan para pelancong. Langkah tegas ini diambil oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Pengerahan pasukan gabungan berskala besar tersebut telah resmi berjalan sejak Jumat malam (26/6/2026). Informasi terkait kebijakan pengamanan ini dipaparkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sumatera Utara Dr Moettaqien Hasrimi SSTP.M SI saat memberikan keterangan kepada para jurnalis di Kota Medan pada Sabtu (27/6/2026).
Info Medan: Gubernur Bobby Nasution Perintahkan Satpol PP Jaga 24 Jam Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk Karo untuk Berantas Pungli
Keberadaan aksi pungutan liar di rute perjalanan menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk sendiri memang sudah sejak lama menjadi keluhan utama bagi masyarakat maupun para wisatawan. Selain merusak kenyamanan pengunjung, tindakan melanggar hukum tersebut dinilai mencoreng citra sektor pariwisata di wilayah Sumatera Utara.
“Arahan Pak Gubernur untuk kami Satpol PP Sumut menjaga area jalan menuju wilayah pemandian air panas, kami kerahkan tim gabungan skala besar,” kata Moettaqien.
Guna menyukseskan misi pengamanan ini, sebanyak 45 personel gabungan diterjunkan ke lokasi, yang terdiri dari kombinasi 25 personel Satpol PP Provinsi Sumatera Utara dan 20 personel Satpol PP Kabupaten Karo. Seluruh petugas disebar dan disiagakan di tiga pos strategis untuk memantau jalur masuk tempat wisata sekaligus menyetop aksi pungli yang biasanya marak menyasar para pelancong pada waktu malam hari.
Dinamika di lapangan sempat memanas pada awal dimulainya proses sterilisasi kawasan tersebut karena petugas berhadapan dengan ketegangan. Sejumlah oknum kedapatan masih nekat melancarkan aksi pungutan liar di area pinggir jalan, bahkan mereka diduga melakukan tindakan premanisme berupa intimidasi kepada para pengunjung, melayangkan ancaman memakai senjata tajam, hingga melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan wisatawan yang tengah melintas.
Merespons situasi yang sempat memanas itu, para anggota Satpol PP Sumatera Utara langsung mengambil tindakan tegas dengan membubarkan paksa semua bentuk pungutan liar serta memberikan peringatan keras kepada para pelaku agar tidak mengulangi perbuatan mereka.
“Kegiatan pungutan liar berhasil dihentikan saat itu juga, kami juga memastikan kembali bahwa kegiatan pungli tidak lagi ada, dan hasilnya sudah tidak ada,” ujar Moettaqien.
Hingga saat ini, para petugas dari tim gabungan dilaporkan masih terus bersiaga di pos-pos penjagaan rute Sidebuk-Debuk demi mengawal instruksi Gubernur Bobby Nasution secara total, yakni memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik pungutan liar yang merugikan para pelancong.
“Dengan tidak adanya pungli, kelas pariwisata Sumut pun akan berdampak banyak bagi masyarakat,” kata Moettaqien.(*/redaksi)


