Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Gudang Amunisi Meledak hingga Rusak 31 Rumah Warga, KSAD Minta Maaf

Oleh Redaksi 15
Minggu, 31 Maret 2024
Foto: Gudang Amunisi Meledak

Ledakan terjadi di gudang amunisi daerah Kodam Jaya TNI, Kampung Parung Pinang RT01/RW11, Dusun Ciangsana, Perbatasan Kabupaten Bekasi-Bogor, Jawa Barat, Sabtu. (Dok. Istimewa via detikcom)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat sebanyak 31 rumah mengalami kerusakan terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Data sementara ada 31 rumah yang terdampak berupa kaca pecah, plafon retak, atap retak/bolong,” ungkap Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu usai melakukan asesmen langsung ke lokasi terdampak di Gunung Putri, Minggu (31/3/2024).

Lintas Nasional: Gudang Amunisi Meledak hingga Rusak 31 Rumah Warga, KSAD Minta Maaf

Iklan Indako SeputarSumut

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan asesmen mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

Asmawa mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan terhadap rumah yang rusak.

“Tentu akan didata terlebih dahulu lalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar untuk tindak lanjut penanganan,” ujar Asmawa.

Berita Terkait

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Sementara, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut rumah warga yang terdampak akibat kebakaran Gudmurah akan diberikan ganti rugi.

“Ya tentunya nanti kami akan data, akan disisir oleh aparat teritorial yang sekarang sudah bekerja. Nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat, kami akan ganti,” ungkap Agus.

Sebelumnya, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menyatakan proses pendinginan kebakaran di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kabupaten Bogor, selesai pada pukul 08.15 WIB.

“Kami menyatakan selesai karena memang titik api yang dari semalam tadi pagi pun masih di angka 85 derajat. Alhamdulillah sudah kami turunkan sampai titik aman,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaeman di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Gatot menjelaskan proses pendinginan memakan waktu sekitar hampir delapan sampai sepuluh jam.

“Pendinginan lamanya cukup lumayan, ya, dari malam itu kami mematikan di gudang 5 itu sedang pendinginan. Gudang 6 juga kami lakukan pemadaman. Alhamdulillah gudang 6 itu dari jam 01.00, kurang lebih jam 01.00, sudah melakukan pendinginan sampai pagi ini,” jelasnya.

Ia menyebut selama pendinginan tidak terjadi ledakan di dua titik lokasi pemadaman, yakni gudang 5 dan gudang 6.

“Kalau ledakan tidak ada karena kami masuk ke dalam sini sudah kondisi memang tidak ada ledakan,” ujarnya.

KSAD Minta Maaf
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf atas insiden kebakaran gudang amunisi daerah (Gudmurah) milik Kodam Jaya TNI di Dusun Ciangsana, Perbatasan Kabupaten Bekasi-Bogor.

“Yang pertama, saya mengucapkan permohonan maaf untuk masyarakat sekitar, khususnya atas kejadian ini,” ungkap Maruli di Kantor Gudmurah Kodam Jaya, Minggu (31/3).

Menurut Maruli sebenarnya gudang itu digunakan untuk menyimpan amunisi yang akan dimusnahkan.

Maruli mengakui cukup riskan bagi TNI untuk menyimpan bahan yang mudah terbakar di wilayah tersebut. Kendati begitu, ia bersyukur tak ada korban jiwa akibat peristiwa itu.

“Jadi sebetulnya ini gudang untuk penyimpanan munisi-munisi yang akan didisposal. Jadi memang ini cukup riskan untuk mengelola gudang seperti ini,” tuturnya.

“Tapi secara persyaratan penyimpanan barang berbahayanya, kita bersyukur bahwa sampai dengan saat ini, walaupun sekitar 150 ribu amunisi yang ada di dalam gudang itu, sampai dengan sekarang tidak ada korban,” sambug Maruli.

Di sisi lain, ia mengklaim gudang amunisi yang terbakar masih sangat bagus dan layak pakai. Pasalnya, gudang tersebut baru dibangun 24 tahun lalu.

“Masih bagus. Masih (dibangun) tahun 2000,” kata dia.

Kendati demikian, ia menjelaskan berbagai jenis amunisi memiliki risiko masing-masing yang mungkin terpengaruh dari cahaya, listrik, atau semacamnya dan menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Makanya gudangnya kan baik, aman, tapi karena berbagai jenis ini punya risiko masing-masing,” lanjut dia.

“Ada yang munisi yang mungkin meledaknya karena besi biasa, ada yang mungkin ada infrared, mungkin terpengaruh dengan cahaya, atau segala macam. Itu mungkin,” jelas Maruli lebih lanjut.

Maruli menegaskan timnya akan terus melakukan evaluasi untuk menemukan penyebab awal mula terjadinya kebakaran ini.

Dugaan penyebab kebakaran
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga telah meninjau gudang yang meledak semalam. Ia mengatakan dugaan pemicu kebakaran adalah amunisi yang sudah kedaluwarsa.

Agus menjelaskan amunisi yang sudah kedaluwarsa lebih sensitif untuk meledak. Gesekan dan gerakan amunisi yang sudah kedaluwarsa itu dapat menyebabkan ledakan.

Kendati demikian, ia menyebut saat ini pihaknya terus melakukan investigasi untuk mencari penyebab pasti kebakaran ini.

Di sisi lain, Agus mengatakan pihak TNI telah melakukan mitigasi terhadap potensi ledakan amunisi kedaluwarsa di Gudmurah milik Kodam Jaya tersebut. Ia menjelaskan salah satu upaya mitigas dilakukan dengan penyimpangan yang berada di bawah tanah serta lokasi yang jauh dari pemukiman masyarakat.

“Makanya kita punya SOP penggudangannya itu, di bawah tanah, gitu ya. Jadi di bawah tanah karena labil tersebut dan sewaktu-waktu bisa meledak,” jelasnya.

“Kemudian ada tanggul dan jauh dari pemukiman masyarakat,” sambungnya. (antara/cnnindonesia/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com