Jakarta, SeputarSumut — Aktivitas vulkanik Gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatra Barat, mengalami peningkatan setelah terjadi letusan pada Sabtu (30/5) pagi. Peristiwa erupsi tersebut dilaporkan melontarkan material berupa abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 2.000 meter ke udara.
Berdasarkan data dari Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi yang berlokasi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, letusan terpantau terjadi tepat pada pukul 08.42 WIB. Berdasarkan rekaman instrumen pemantauan, durasi erupsi tersebut tercatat berlangsung selama 85 detik.
Lintas Nasional: Gunung Marapi di Sumatra Barat Erupsi Sabtu Pagi Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.000 Meter
“Letusan sampai saat laporan ini dibuat masih berlangsung,” kata petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi saat dikonfirmasi.
Mengenai visualisasi abu vulkanik, pihak pengamat menerangkan bahwa kolom abu yang menyembur dari puncak gunung bergerak menuju arah timur laut. Karakteristik asap yang keluar dari kawah tersebut teramati memiliki intensitas tebal dan berwarna kelabu.
Tingkat aktivitas Gunung Marapi sejauh ini masih ditetapkan berada pada status waspada level II. Merespons kondisi tersebut, pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi agar warga setempat maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas apa pun serta dilarang masuk ke dalam area radius 3 kilometer dari pusat titik letusan.
“Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,” kata dia.(*/cnni)


