Jakarta, SeputarSumut — Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dilaporkan mengalami erupsi sebanyak empat kali berturut-turut dalam kurun waktu satu jam lebih pada Rabu (13/5) pagi. Ketinggian kolom letusan yang dihasilkan dalam rangkaian aktivitas vulkanik tersebut tercatat mencapai hingga 1 kilometer di atas puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, rangkaian letusan dimulai pada pukul 05.07 WIB. Pada erupsi pertama ini, tinggi kolom letusan yang teramati berada di kisaran 400 meter di atas puncak.
Lintas Nasional: Gunung Semeru Erupsi Empat Kali dalam Satu Jam dengan Tinggi Letusan Mencapai 1 Kilometer
“Tidak selang lama, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Liswanto dalam keterangan tertulis.
Aktivitas vulkanik terus berlanjut dengan letusan ketiga yang tercatat pada pukul 05.53 WIB. Kali ini, kolom abu teramati membubung setinggi 900 meter di atas puncak atau berada pada ketinggian 4.576 mdpl.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” katanya.
Selang beberapa menit kemudian, erupsi keempat terjadi pada pukul 06.15 WIB. Tinggi kolom letusan pada fase ini teramati mencapai 500 meter di atas puncak atau setinggi 4.176 mdpl.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik,” ujarnya.
Liswanto memaparkan bahwa saat ini tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III (Siaga). Sehubungan dengan status tersebut, pihak otoritas mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, hingga jarak 13 km dari pusat erupsi di puncak.
Selain itu, ia menambahkan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini diberlakukan karena adanya potensi perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga jarak 17 km dari puncak gunung.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
Himbauan kewaspadaan juga ditujukan bagi masyarakat terhadap potensi ancaman awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya.(*/cnni)


