Medan, SeputarSumut – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, menyoroti pentingnya guru menguasai teknologi agar tidak kalah cepat dari perkembangan siswanya, terutama di tengah pesatnya kemajuan kecerdasan buatan (AI). Pesan ini disampaikan saat membuka Workshop Pendidikan bertajuk “Integrasi Teknologi oleh Guru untuk Mendorong Pembelajaran Mendalam di Kelas” yang digelar di Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa (2/12/2025).
Di hadapan ratusan peserta yang hadir, Sofyan Tan memberikan gambaran mengenai pergeseran cara belajar siswa akibat perubahan teknologi. Ia menilai, alat seperti ChatGPT dan berbagai AI lainnya saat ini telah berperan sebagai “asisten belajar” yang mampu memberikan jawaban untuk hampir semua materi yang ada di buku pelajaran atau dijelaskan oleh guru.
Sorot Politik: Guru dan AI: Jangan Sampai Kalah Canggih dari Siswa
”Hampir semua pertanyaan di buku dan yang disampaikan guru bisa dijawab siswa dengan bantuan AI. Ini adalah tantangan bagi para guru. Mereka wajib lebih menguasai teknologi dibanding para muridnya,” tegas Sofyan Tan. Menurutnya, kunci utama dalam menghadapi tantangan ini bukanlah menolak perkembangan teknologi, melainkan mengarahkan siswa untuk tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, serta menjadikan AI sebagai instrumen pendukung, bukan sumber belajar utama.
Selain isu pendidikan, Sofyan Tan juga turut menyinggung persoalan mitigasi bencana. Ia berpendapat bahwa kemajuan teknologi seharusnya memungkinkan bencana alam dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Meskipun demikian, menurutnya, tingkat kesiapsiagaan di daerah masih tergolong lemah.
”BMKG telah mengirimkan surat imbauan kepada kepala daerah, namun imbauan tersebut tidak ditindaklanjuti dengan persiapan tim di lapangan,” ungkap Sofyan Tan. Ia menekankan perlunya koordinasi yang efektif dan respons cepat dari pemerintah daerah agar peringatan dini yang sudah dikeluarkan tidak terhenti hanya sebagai dokumen tertulis.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda Kemendikdasmen Dwi Harianti, S.AP, Kabid PTK Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Mujiono, S.E, Guru SD Sultan Iskandar Muda sebagai Narasumber Ririen Fauziah, S.Pd, Kepala IT Bidang Portal Akademik Universitas Satya Terra Bhinneka selaku narasumber Andre Pratama, S.Kom, M.Kom, dan moderator Rezeki Lumbantoruan, S.Pd.
Dwi Harianti, S.AP, menyampaikan bahwa tema yang diangkat dalam lokakarya ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen. Fokusnya adalah pada literasi teknologi dan pembelajaran mendalam guna membentuk siswa yang mampu berpikir kritis dan kolaboratif, berorientasi pada kebutuhan murid, serta dapat diimplementasikan dengan metode yang menyenangkan.
Ia juga menekankan bahwa peran esensial guru tidak akan pernah tergantikan sepenuhnya oleh teknologi. Oleh karena itu, peran guru akan terus berevolusi. Kecerdasan buatan, menurutnya, hanyalah sebuah alat bantu, dan bukan pengganti karena AI tidak memiliki kemampuan untuk memahami karakter maupun etika perilaku siswa di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid PTK Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Medan Mujiono menyampaikan apresiasi. Ia menyebut dr Sofyan Tan sebagai role model di bidang pendidikan, yang secara konsisten mendedikasikan 100% hidupnya untuk dunia pendidikan dari tahun ke tahun. Untuk hal ini, Dinas Pendidikan Kota Medan sangat berterima kasih dan mengapresiasi segala kontribusinya bagi guru-guru di Kota Medan.
Mujiono menambahkan bahwa dunia pendidikan saat ini tidak terlepas dari proses digitalisasi. Oleh karena itu, pola mengajar harus ditinggalkan dari yang monoton. Guru didorong untuk menciptakan metode pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan teknologi. Ia menyebut, program pembelajaran digitalisasi telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo, dan tantangannya kini adalah bagaimana para guru mampu mengimplementasikannya secara nyata di ruang-ruang kelas.(Siong)

