Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Hakim MK Sentil Paspampres soal Pengdangan Marhan Harahap hingga Meninggal

Oleh Redaksi 15
Rabu, 20 Maret 2024
Foto: Arsul Sani

Hakim MK Arsul Sani. (ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani menyoroti kasus pengadangan oleh Paspampres terhadap seorang jemaah yang hendak Salat Jumat di Masjid Agung Rantauprapat, masjid tempat Presiden Joko Widodo melaksanakan Salat Jumat dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Beberapa hari setelah kejadian itu, jemaah bernama Marhan Harahap tersebut dikabarkan meninggal dunia. Berita dan video Marhan diadang Paspampres pun viral di media sosial.

Lintas Nasional: Hakim MK Sentil Paspampres soal Pengdangan Marhan Harahap hingga Meninggal

Iklan Indako SeputarSumut

Arsul Sani mengatakan, dirinya sebagai warga negara memang kerap merasakan ketatnya pengamanan yang dilakukan Paspampres saat mengamankan lokasi kedatangan Kepala Negara. Namun semestinya pengamanan tersebut tetap dilakukan secara humanis.

Arsul berharap peristiwa pengadangan Marhan Harahap ini bisa dijadikan bahan evaluasi dalam hal pengamanan Presiden. Sehingga, peristiwa hilangnya nyawa warga negara karena diadang petugas tidak lagi terjadi di kemudian hari.

“Sebagai warga negara yg kadang jg “merasakan” bagaimana “ketat”-nya Paspampres menjaga Presiden, saya berharap peristiwa meninggalnya Pak Marhan Harahap ini menjadi refleksi dan evaluasi SOP jajaran Paspampres,” tulis Arsul Sani dalam akun twitternya @arsul_sani, dikutip Rabu (20/3/2024).

Berita Terkait

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Arsul juga mengatakan, bahwa motto yang dimiliki Paspampres yakni ‘Setia Waspada’ tak harus mengorbankan nyawa manusia. Asas perikemanusiaan menurutnya harus tetap ditegakkan dalam melakukan pengawalan dan pengamanan Kepala Negara.
Sebab, kata Arsul, semua Presiden Republik Indonesia sangat menjunjung tinggi humanisme. Maka sudah sepatutnya dalam pengawalan juga tak melupakan sisi humanis tersebut.

“Moto “Setia Waspada” tak harus mengorbankan sikap humanis, sikap yg sebenarnya sangat kuat melekat pd semua yg pernah jadi Presiden kita, termasuk Pak @jokowi.

Untuk diketahui. Dalam video yang viral di media sosial, Marhan terlihat tenang berjalan menuju masjid dan tak ada gerak geriknya yang mencurigakan.

Saat akan melintasi jalan, Marhan yang mengenakan pakaian gamis abu-abu itu terlihat menunjukkan gestur meminta izin kepada petugas untuk menuju ke masjid. Namun dengan spontan petugas wanita langsung mengadang.

Tak lama kemudian, terlihat juga dalam video petugas laki-laki berseragam TNI dan Polri dengan arogan menyeret Marhan keluar dari ring 1 pengamanan.

Sesaat setelah diseret oleh petugas TNI dan Polri itu Marhan seketika pingsan dan terlihat dibopong oleh seorang lelaki. Setelah mendapatkan perawatan, nyawa Marhan dikabarkan tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Paspampres Bantah Adang Marhan Harahap
Asintel Paspampres, Kolonel Kav Herman Taryaman menegaskan tidak benar Marhan Harahap meninggal dunia disebabkan karena dihalang-halangi Anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Masjid Agung Rantauprapat, Labuhanbatu.

Menurutnya, yang menghalangi Marhan Harahap untuk menuju Masjid Agung Rantauprapat adalah seorang petugas perempuan. Sedangkan, Paspampres yang bertugas saat itu tidak ada wanita TNI atau prajurit perempuan.

“Tidak benar adanya almarhum meninggal dunia disebabkan karena saat menuju Masjid Agung Rantauprapat, Labuhanbatu, dihalang-halangi anggota Paspampres,” kata Herman saat dikonfirmasi pada Senin (18/3/2024). (tvonenews/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com