seputar-Medan | Harga cabai merah dan bawang merah diperkirakan masih sulit ditekan untuk ditransaksikan di bawah harga Rp40 per Kg di tingkat pedagang eceran di Sumatera Utara (Sumut).
Pada perdagangan awal pekan ini cabai merah masih ditransaksikan dalam rentang harga Rp40-48 ribu per Kg di Kota Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya.
Berita Ekonomi: Harga Cabai-Bawang Masih Sulit Ditekan di Bawah Rp40 Ribu per Kg
Demikian juga bawang merah, harganya relatif bertahan mahal di rentang Rp45-50 ribu per Kg, meski ada tren penurunan harga rata-rata sekitar Rp3.000 per Kg di awal pekan ini.
Ketua Pemantau Pangan Sumatera Utara Gunawan Benyamin Gunawan mengatakan sebenarnya potensi harga cabai merah dan bawang merah turun di bawah Rp40 ribu per Kg tetap terbuka jika stok atau suplai pasokan dari petani meningkat bulan Mei ini.
Hanya faktor cuaca saat ini yang kemarau membuat beberapa komoditas tanaman pangan dan hortikultura terutama seperti cabai merah menjadi sulit untuk turun ke harga yang diharapkan lantaran menurunnya pasokan dari petani.
Pada petani cabai misalnya, ia memperkirakan produksinya turun 15-25% pada musim panen April dan Mei ini.
“Saya menilai semakin banyak petani yang mengalami penurunan produksi dengan angka yang lebih dari 15 % di bulan Mei ini,” ungkap Gunawan, dikutip Selasa (7/5/2024).
Situasi ini menjadi sangat menyulitkan bagi konsumen karena harga seharusnya bisa lebih bersahabat seandainya cuaca mendukung.
“Dan hal yang sama juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan hortikultura lainnya,” kata Gunawan.
Untuk bawang putih, menurutnya sedikit mengalami penurunan harga, yakni sekitar Rp2.000 per Kg. Saat ini bawang putih diperjualbelikan dalam rentang harga Rp35-40 ribu per Kg.
“Hanya cabai rawit yang terpantau harganya berada dalam angka ideal di kisaran Rp28 hingga Rp33 ribu per Kg,” ujarnya.
Selanjutnya untuk beberapa jenis sayur-mayur seperti kol dan tomat, harganya juga mengalami kenaikan. Kol dan tomat ditransaksikan di kisaran harga Rp10 ribu dan Rp16 ribu per Kg.
Untuk harga beras sejauh ini terpantau masih bergerak turun rata-rata Rp500 hingga Rp1.000 per Kg-nya.
Ia mengatakan, faktor cuaca juga bisa mendorong kenaikan pada kebutuhan daging ayam dan telur ayam.
Hanya saja kekhawatiran terjadi penurunan pasokan daging ayam dan telur ayam pada bulan ini masih akan diimbangi dengan potensi penurunan konsumsi setelah lebaran.
“Potensi penurunannya juga tidak besar, sekitar 3% sampai 5% di saat cuaca panas seperti saat ini,” ungkapnya. (red)

