Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Politik

Harga Cabai Merah Masih Tinggi, Satgas Pangan Sumut Dikritik Anggota DPRD

Oleh Redaksi 15
Rabu, 22 Oktober 2025
Foto: Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aripay Tambunan.(Istimewa)

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aripay Tambunan.(Istimewa)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputarSumut – Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Aripay Tambunan, melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Kritik ini muncul sebagai respons atas lonjakan harga cabai merah yang hingga kini masih berada di level tinggi di sejumlah pasar di Sumut.

Menurut politisi dari Partai Gerindra tersebut, mahalnya harga komoditas strategis ini menjadi cerminan nyata dari lemahnya pengawasan dan sistem distribusi oleh instansi terkait. Aripay menilai hal ini terjadi meskipun data menunjukkan produksi cabai di wilayah Sumut sebenarnya cukup memadai.

Sorot Politik: Harga Cabai Merah Masih Tinggi, Satgas Pangan Sumut Dikritik Anggota DPRD

Iklan Indako SeputarSumut

“Ini bukan semata soal panen atau gagal panen. Ini soal pengawasan distribusi dan siapa yang mengendalikan pasar. Di situlah seharusnya Satgas Pangan hadir,” ujar Aripay kepada wartawan pada Rabu (22/10/2025).

Aripay menilai tingginya inflasi yang terjadi di Sumut sebagian besar dipicu oleh pasokan cabai merah yang sempat keluar dari provinsi. Akibatnya, kebutuhan di daerah sendiri berkurang, dan harga komoditas tersebut melonjak tajam.

Ia juga menegaskan bahwa Satgas Pangan belum menjalankan fungsinya secara optimal, terutama dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Disparitas harga, menurutnya, sering kali timbul karena minimnya intervensi pemerintah dalam rantai pasok.

Berita Terkait

Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS DPRD Medan Sampaikan Sejumlah Catatan Penting

DPRD Medan Desak Pemko Medan Realisasikan Pembuatan Kolam Retensi di Medan Tembung

“Tak jarang, komoditas seperti cabai merah justru keluar daerah lebih dulu,” katanya, menambahkan bahwa cabai yang keluar daerah tersebut sering kembali masuk ke Sumut dengan harga yang sudah jauh lebih tinggi. Skema distribusi yang tidak terkendali inilah yang paling merugikan masyarakat.

Selain masalah distribusi, Aripay juga menyoroti minimnya perlindungan bagi para petani. Ia menggarisbawahi belum adanya asuransi pertanian yang memadai sebagai jaring pengaman ketika harga komoditas anjlok atau terjadi gagal panen, sementara pemerintah dinilai lamban dalam mengambil langkah konkret.

“Harus ada mekanisme proteksi bagi petani, terutama untuk komoditas pangan strategis. Kalau tidak ada asuransi, siapa yang melindungi mereka saat gagal panen atau harga jatuh? Pemerintah harus hadir, jangan lepas tangan,” tegas Aripay.

Untuk mengatasi masalah ini, ia menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sistem, mulai dari produksi, distribusi, logistik, hingga pengawasan pasar. Menurutnya, ketahanan pangan yang sebenarnya bukan hanya tentang ketersediaan stok, tetapi juga tentang jaminan harga yang terjangkau bagi rakyat sekaligus menguntungkan bagi petani.

Lebih lanjut, ia menilai berbagai program dan struktur organisasi yang ada, seperti Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) serta operasi pasar yang digagas Koperasi Merah Putih, belum berjalan maksimal dalam upaya menekan lonjakan harga pangan.

“Kita butuh tim yang benar-benar bekerja di lapangan dan memahami situasi nyata, bukan sekadar di atas kertas. Jangan sampai ketahanan pangan hanya jadi slogan, sementara rakyat tetap kesulitan membeli cabai dan kebutuhan pokok lainnya,” tutupnya.(*/mst)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
  • Inflasi Sumatera Utara Juni 2026 Tembus 4,79 Persen, Wilayah Ini Alami Lonjakan Tertinggi
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com