Jakarta, SeputarSumut – Berdasarkan data terbaru hingga Minggu (11/1/2026) pukul 10.20 WIB, nilai jual emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) terpantau masih stagnan atau belum mengalami perubahan dari posisi terakhir.
Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia yang diinformasikan masih bertahan pada level yang sama dengan hari sebelumnya.
Berita Ekonomi: Harga Emas Antam Logam Mulia Belum Berubah
Jika merujuk pada pembaruan terakhir di hari Sabtu, harga emas Antam telah melonjak sebesar Rp 25.000 per gram, yakni naik dari angka Rp 2.577.000 per gram pada Jumat menjadi Rp 2.602.000 per gram.
Sejalan dengan itu, harga buyback emas batangan Antam juga mencatatkan kenaikan sebesar Rp 23.000 per gram, di mana sebelumnya berada di posisi Rp 2.432.000 pada Jumat dan menjadi Rp 2.455.000 per gram pada Sabtu.
Situasi pasar hari ini menunjukkan bahwa terdapat selisih atau spread sebesar Rp 147.000 per gram antara harga jual emas ke konsumen dengan harga beli kembali oleh gerai.
Perlu dipahami bahwa PT Antam senantiasa merilis dua jenis harga untuk produk emas batangannya, yaitu harga jual (saat kita membeli) dan harga beli kembali atau buyback (saat kita menjualnya kembali).
Sebagai rujukan dari sumber Logam Mulia, harga jual merupakan tarif yang harus dibayarkan konsumen saat mengambil emas di gerai resmi, sementara harga buyback adalah patokan harga yang akan diterima konsumen saat menjual emas mereka ke gerai tersebut.
Sebagai simulasi, apabila Anda melakukan transaksi pembelian pagi ini di harga Rp 2.602.000 per gram namun terpaksa menjualnya kembali di hari yang sama karena kebutuhan mendesak, maka emas Anda hanya akan dihargai senilai Rp 2.455.000 per gram.
Setiap calon investor emas batangan sangat disarankan untuk memperhatikan pergerakan kedua jenis harga ini secara teliti demi menghindari kekeliruan dalam mengalkulasi potensi keuntungan maupun risiko kerugian di masa depan.
Mengingat cukup lebarnya selisih harga jual dan beli (spread) tersebut, instrumen emas memang lebih ideal dijadikan aset investasi jangka panjang dengan harapan kenaikan harga di masa depan mampu menutupi selisih biaya tersebut sekaligus memberikan profit.
Berikut adalah gambaran kalkulasi terkait estimasi keuntungan atau kerugian bagi investor yang membeli emas dalam berbagai periode waktu yang berbeda:
* Membeli emas pada 03 Januari 2026 (Rp 2.488.000/gram): Rugi -1.33%
* Membeli emas pada 10 Desember 2025 (Rp 2.416.000/gram): Untung 1.61%
* Membeli emas pada 10 Oktober 2025 (Rp 2.294.000/gram): Untung 7.02%
* Membeli emas pada 10 Juli 2025 (Rp 1.902.000/gram): Untung 29.07%
* Membeli emas pada 10 April 2025 (Rp 1.846.000/gram): Untung 32.99%
* Membeli emas pada 10 Januari 2025 (Rp 1.555.000/gram): Untung 57.88%
* Membeli emas pada 10 Oktober 2024 (Rp 1.473.000/gram): Untung 66.67%
* Membeli emas pada 10 Juli 2024 (Rp 1.380.000/gram): Untung 77.90%
* Membeli emas pada 10 April 2024 (Rp 1.306.000/gram): Untung 87.98%.(*/knt)


