Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Hubungan RI-Tiongkok Capai Puncak Keemasan di Era Jokowi

Oleh Redaksi 15
Rabu, 15 Mei 2024
Foto: Jokowi dan Xi Jinping.

Jokowi dan Xi Jinping.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok disebut memasuki zaman keemasan pada era kepemimpinan dua kepala negara, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Xi Jinping. Menurut Wu Zhiwei, Counselor of Economic and Commercial Counsellor’s Office Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, hal ini terlihat dari naiknya peringkat investasi Tiongkok yang sekarang menduduki posisi ke-2.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM investasi Tiongkok pada 2022 dan 2023 berada di posisi ke-2 investasi terbanyak di Tanah Air dengan jumlah masing-masing US$ 8,2 miliar dan US$ 7,4 miliar. Peringkat tersebut naik dibanding 2021, yaitu saat Tiongkok berada di posisi ke-3 dengan investasi US$ 3,1 miliar.

Berita Ekonomi: Hubungan RI-Tiongkok Capai Puncak Keemasan di Era Jokowi

Iklan Indako SeputarSumut

“Sepuluh tahun pemerintahan Jokowi, hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok memasuki masa keemasan. Dari peringkat 12 (capaian investasi) meningkat jadi ke-2 di bawah Singapura. Kerja sama investasi menjadi instrumen akselerasi dalam dekade keemasan dan menjadi kunci untuk dekade selanjutnya,” katanya dalam acara Indonesia-China Investment Promotion Seminar di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Selasa (14/5/2024).

Tumbuhnya investasi Tiongkok di Indonesia juga didukung kebijakan hilirisasi yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya investor Tiongkok-lah yang paling memberikan respon positif terhadap program tersebut.

“Presiden Jokowi sering menekankan hilirisasi industri, dan investor Tiongkok-lah yang memberikan respon paling agresif. Sebagai contoh, industri pertambangan dan smelter, dalam beberapa tahun terakhir telah didirikan industri hilirisasi nikel, aluminium, industri high value added,” tambah dia.

Berita Terkait

OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031

IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan

Ia mencontohkan perkembangan di Kabupaten Morowali yang berbeda jauh dari 10 tahun lalu. Morowali yang dulunya berbasis nelayan kini berhasil memproduksi berkualitas.

“Morowali telah menjadi basis produksi penting bahan baku kendaraan listrik dunia. Morowali menjadi kabupaten dengan peningkatan ekonomi terpesat di Indonesia. Prestasi ini bisa terwujud dengan kerja sama dan kontribusi antara pengusaha Tiongkok dan Indonesia yang saling mendukung.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian/Investasi, Riyatno membeberkan 5 investasi utama Tiongkok di Indonesia dalam 5 tahun terakhir. Kelimanya antara lain industri pengolahan logam dasar sebesar USR 12,8 miliar, sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi US$ 7,9 miliar, serta listrik, gas dan air US$ 2,5 miliar.

“Kemudian industri kimia, farmasi senilai US$ 2,4 miliar dengan porsi 8%, dan kawasan industri, perumahan dan perkantoran sebesar US$ 2 miliar dengan porsi 7%. Kami juga angat mengapresiasi capaian Tiongkok dalam mendukung program pemerintah untuk penyebaran dan pemetaan investasi,” jelas dia. (detikfinance)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com