Jakarta, SeputarSumut – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap stabil berada di jalur penguatan hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (12/1/2026). Walaupun sempat bergerak lebih agresif pada pembukaan pagi hari, IHSG akhirnya terparkir dengan kenaikan 11,209 poin atau setara 0,13 persen ke posisi 8.947,963 pada pukul 12.00 WIB.
Kondisi pasar terlihat cukup bergairah dengan perolehan nilai transaksi yang menembus angka Rp18,6 triliun, dibarengi dengan apresiasi nilai tukar rupiah sebesar 0,45 persen ke level Rp16.857 per dolar AS. Tren positif ini mengekor performa mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang juga menghijau, berkat dorongan sentimen optimis dari penutupan Wall Street dan bursa Eropa pada akhir pekan kemarin.
Berita Ekonomi: IHSG Bertahan di Zona Hijau pada Sesi I
Dominasi penguatan terlihat jelas pada sebagian besar indeks sektoral yang melantai di bursa hari ini. Sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLICAL) memimpin lonjakan sebesar 2,90 persen, diikuti oleh sektor transportasi (IDXTRANS) yang naik 2,35 persen, serta sektor industri (IDXINDUSTRY) dengan pertumbuhan 2,23 persen. Selain itu, sektor properti (IDXPROPERTY) dan bahan baku (IDXBASIC) juga turut menguat masing-masing 1,83 persen dan 1,56 persen.
Namun demikian, terdapat beberapa sektor yang belum mampu keluar dari tekanan dan terpaksa parkir di zona merah. Penurunan dialami oleh sektor infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 1,06 persen, sektor keuangan (IDXFINANCE) susut 0,50 persen, teknologi (IDXTECHNO) turun 0,41 persen, serta pelemahan tipis pada sektor kesehatan (IDXHEALTH) dan konsumen non-siklikal (IDXNONCYC).
Kenaikan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) menjadi katalis utama bagi jajaran saham penggerak (movers) dari emiten pertambangan emas. Hal ini mendorong saham MDKA melonjak 5,18 persen ke level 2.840, ANTM melesat 4,13 persen ke posisi 3.780, serta ARCI yang ikut terdongkrak 3,53 persen ke harga 1.755 seiring meningkatnya minat beli investor.
Di sisi lain, pergerakan indeks sedikit tertahan oleh sejumlah saham pemberat (laggards) yang mengalami koreksi cukup dalam. Saham RAJA tercatat anjlok 6,17 persen ke level 7.600, disusul oleh RATU yang melemah 5,14 persen ke angka 9.675, serta CDIA yang terkoreksi 4,00 persen ke harga 1.560, sehingga membatasi ruang bagi IHSG untuk menguat lebih jauh.(*/emt)


