Medan, SeputarSumut – Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyoroti pergerakan pasar keuangan hari ini, Kamis (04/12/2025), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren penguatan. Pada sesi pembukaan perdagangan, IHSG dibuka di zona hijau pada level 8.646.
Menurut Gunawan Benjamin, kinerja IHSG tidak jauh berbeda dengan bursa-bursa lain di Asia yang terpantau bergerak bervariasi (mixed) di tengah minimnya pendorong (katalis) dari sektor ekonomi. IHSG kembali diproyeksikan akan bergerak terbatas, dengan rentang pergerakan diprediksi antara 8.620 hingga 8.670 selama sesi perdagangan berlangsung.
Berita Ekonomi: IHSG Menguat Tipis, Rupiah Melemah Jelang The Fed
”Kinerja pasar saham kita hari ini bergerak relatif stagnan mengikuti bursa regional Asia. Investor tampaknya masih menahan diri dan menanti keputusan penting dari The Fed, sehingga pergerakan IHSG cenderung terbatas,” ujar Gunawan Benjamin.
Sementara itu, sentimen dari Amerika Serikat (AS) kembali memburuk, sebuah kondisi yang semakin memperkuat kemungkinan adanya pemangkasan bunga acuan pada pekan depan. Data ADP nonfarm employment change, yang menjadi gambaran penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian, tercatat mengalami kontraksi sebesar 34 ribu pada bulan November.
Data ketenagakerjaan AS yang melemah tersebut, pada dasarnya, memberikan ruang yang cukup besar untuk penguatan pada mata uang Rupiah. Namun, Gunawan Benjamin menyayangkan pergerakan mata uang domestik yang justru melemah tipis.
”Meskipun data ekonomi AS memburuk, yang seharusnya mendukung Rupiah, mata uang kita justru bergerak melemah tipis hari ini ke level Rp16.630 per US Dollar di sesi perdagangan pagi,” kata Gunawan. Ia menambahkan bahwa potensi Rupiah untuk menguat tetap terbuka dan berpeluang ditransaksikan dalam kisaran 16.600 hingga 16.650. Potensi penguatan Rupiah juga didukung oleh USD Index yang melemah di kisaran level 98.95 pada perdagangan hari ini.
Terpisah dari pasar saham dan mata uang, harga emas dunia terpantau mengalami koreksi terbatas, bergerak di kisaran level $4.205 per ons troy pada perdagangan pagi ini. Harga tersebut setara dengan kisaran Rp2.25 juta per gram.
Menurutnya, harga emas dunia saat ini mengalami koreksi teknikal setelah sempat mencatatkan penguatan tajam sebelumnya. Harga emas berpeluang kembali menguat secara terbatas apabila The Fed memutuskan untuk memangkas bunga acuannya.
”Pelaku pasar saat ini tidak hanya menanti pengumuman pemangkasan bunga acuan The Fed saja. Perhatian utama juga tertuju pada arah kebijakan moneter The Fed ke depan dan spekulasi yang beredar mengenai pergantian posisi Gubernur The Fed,” pungkas Gunawan Benjamin.(Siong)


