Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Tobat Nasional

Oleh Redaksi 15
Senin, 18 Maret 2024
Foto: Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar.

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyatakan pentingnya tobat nasional bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Muslim, guna memperbaiki keadaan sosial dan moralitas bangsa secara menyeluruh.

Nasruddin mengatakan bahwa hal tersebut dengah mengaitkan kondisi kehidupan sosial dan politik saat ini, serta menghubungkannya dengan pandangan agama dan keadaan dunia. Ia bahkan menyebutkan bahwa setiap yang hidup selain Tuhan, semuanya pasti memiliki ajal, termasuk masyarakat bahkan rejim sekalipun.

Lintas Nasional: Imam Besar Masjid Istiqlal Serukan Tobat Nasional

Iklan Indako SeputarSumut

“Ajal itu bukan hanya melanda setiap orang tapi juga masyarakat bisa mati, kan. ‘Likulli umamin ajal, setiap satu rezim, setiap satu masyarakat, komunitas itu juga punya ajal. Jadi yang punya ajal itu, bukan hanya orang, rezim pun punya ajal,” kata Nasaruddin dikutip dari Abraham Samad “Speak Up”, Minggu (17/3/2024).

Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu mencontohkan bentuk-bentuk rezim yang pernah berkuasa di Indonesia. Tidan ada satu pun yang abadi sampai detik ini, ujar Nasaruddin, bahkan negara juga memiliki ajalnya.

“Rezim Orde Lama tiba ajalnya. Rezim Orde Baru juga ajalnya sudah tiba. Setiap rezim itu punya ajal. Nah, jadi yang harus kita cermati itu bukan hanya ajal individu tapi juga ajal society, ajal negara,” terang Nasaruddin.

Berita Terkait

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Guru Besar ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan, adanya hadits-hadits yang menyebutkan 24 tanda kiamat. Salah satu tanda kiamat di dalam suatu masyarakat yaitu orang yang tak pantas ditokohkan, namun tetap tidak malu untuk tampil sebagai seorang tokoh.

“Saya hanya teringat sebuah hadist ya. Tanda-tanda dunia akan kiamat itu, ada 24 tanda-tanda. Di antaranya itu ada orang yang tidak pantas ditokohkan tapi ditokohkan. Ada yang pantas ditokohkan, namun dikucilkan. Kemudian di antaranya, terdapat masyarakat yang cuek,” jelas Nasaruddin.

Ia juga mengungkapkan, merajalelanya korupsi, perzinahan, dan perjudian, kemudian juga fenomena alam, seperti ketidakteraturan cuaca, dan intensitas gempa bumi yang meningkat merupakan bagian dari 24 tanda tersebut.

Untuk itu, lanjut Nasaruddin, pertaubatan nasional dinilai sebagai langkah untuk memperbaiki keadaan sosial dan moralitas secara menyeluruh. Pertaubatan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.

“Nah, bagi kita, apa yang harus kita lakukan? Tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali ada pertaubatan nasional. Jadi jangan dianggap tobat itu hanya tugas individu setiap orang. Kalau ada kesalehan sosial, kesalehan individual, maka ada pertaubatan individual, pertaubatan masif,” tegas Nasaruddin. (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com