Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

Indonesia Ternyata Impor Listrik dari Malaysia

Oleh Redaksi 15
Kamis, 20 Juni 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia masih mengimpor listrik dari negara tetangga, Malaysia, untuk mendukung sejumlah daerah. Bahkan, jumlahnya pun terbilang cukup besar.

Mengutip dari Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2023, yang dirilis Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 7 Juni 2024, impor listrik RI dari Malaysia mencapai 892,91 Giga Watt hour (GWh). Angka ini meningkat hampir 12% dari tahun sebelumnya yang mencapai 797,38 GWh.

Berita Ekonomi: Indonesia Ternyata Impor Listrik dari Malaysia

Iklan Indako SeputarSumut

Dalam laporan tersebut, tercatat selama 10 tahun terakhir Indonesia masih bergantung pada impor listrik berbasis air atau Hydro Power Plan (PP) dari Negara Jiran tersebut. Pasokan listrik berasal dari perusahaan listrik Malaysia yaitu Sarawak Electricity Supply Corporation (SESCO), anak usaha Sarawak Energy Berhad. Adapun Impor ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan Barat.

Tercatat pada tahun 2013, impor listrik RI dari Malaysia hanya sebesar 3,03 GWh. Namun seiring berjalannya waktu, angka tersebut terus meningkat hingga pada 2019 jumlahnya tembus 1.683,12 GWh. Lebih lanjut, sejak tahun 2019 itu lah mulai terjadi tren penurunan impor hingga pada 2022 lalu angkanya turun menjadi mencapai 797,38 GWh.

Merespons kondisi ini, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Adi Lumakso menjelaskan, penyebab dari masih dibutuhkan impor dari Malaysia ke Kalimantan Barat ialah belum tercukupi interkoneksi sarana dan prasarana kelistrikan antara Kalimantan Timur, Tengah, Barat, dan Selatan.

Berita Terkait

OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031

IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan

“Memang harapannya ada interkoneksi dari Kaltim, Kalteng, Kalsel, Kalbar, itu harapannya seperti itu. Di timur (utara) ada potensi hidro karena ada (PLTA) Kayan 9 GWh atau 11 GWh, itu harapan kita nanti interkoneksi,” kata Adi, ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Adi mengatakan, saat ini pihaknya tengah dalam proses untuk membangun interkoneksi tersebut. Hal ini selaras dengan upaya Indonesia menggenjot pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dan mewujudkan Indonesia Net Zero Emission (NZE) atau nol karbon.

“Bertahap dan memang sekarang ini pembangunan arahnya pembangkit itu berbasis renewable yang semuanya itu pasti memerlukan potensi alam sekitar. Kebetulan Kalbar itu potensi airnya lokasinya jauh jadi kita menunggu transmisi,” ujarnya.

Di samping itu, menyangkut aktivitas impor listrik dengan Malaysia sendiri menurutnya telah terjalin kesepakatan tertentu sehingga tetap sampai saat ini impor akan berjalan sesuai peraturan. Nanti, seiring dengan rampungnya transmisi listrik di sana, tidak menutup kemungkinan Indonesia yang mengekspor listrik ke sana.

“Kalau impor kan biasa, karena memang kerja sama antara Malaysia dan Indonesia dan itu nanti ada peraturannya, ketentuannya harus ditempuh. Nanti kapan-kapa kita juga yang nanti ekspor ke mereka, kita lagi transmisi,” jelas dia. (detikfinance)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sinopsis Drama Korea Love in Sync yang Dibintangi Kim Myung-soo dan Kang Min-ah
  • Penyebab Bangun Tidur Badan Sakit Semua Menurut Hinge Health
  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com