Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Iran Sebut Negosiasi AS Meja Penyerahan Diri dan Siapkan Kartu Baru di Medan Perang

Oleh Redaksi 15
Selasa, 21 April 2026
Foto: Ketua Parlemen sekaligus negosiator senior Iran,
Mohammad Bagher Ghalibaf (Parlemen IRAN)

Ketua Parlemen sekaligus negosiator senior Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf (Parlemen IRAN)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Ketua Parlemen sekaligus negosiator senior Iran, Mohammad Ghalibaf, melontarkan kritik tajam terhadap efektivitas upaya perdamaian yang diusung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ghalibaf secara terbuka meragukan niat tulus pemerintah Amerika Serikat dalam mengakhiri konflik yang telah pecah sejak 28 Februari lalu. Ia menilai bahwa Washington tidak sedang mengupayakan solusi damai yang adil, melainkan hanya ingin menggunakan forum diplomasi sebagai alat untuk memaksakan kehendak sepihak.

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Senin, 20 April 2026, Ghalibaf menuding Donald Trump sengaja menerapkan blokade serta melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Menurut pandangannya, Amerika Serikat sedang berimajinasi mengubah meja perundingan menjadi sebuah meja penyerahan diri bagi pihak Iran. Lebih jauh lagi, ia menganggap langkah-langkah yang diambil AS hanya menjadi alasan pembenaran untuk memicu kembali eskalasi peperangan di kawasan tersebut.

Dunia Internasional: Iran Sebut Negosiasi AS Meja Penyerahan Diri dan Siapkan Kartu Baru di Medan Perang

Iklan Indako SeputarSumut

Ketegangan diplomatik ini semakin memuncak dengan penegasan dari Ghalibaf bahwa Teheran tidak akan pernah mau bernegosiasi selama masih berada di bawah tekanan ancaman. Ia bahkan memperingatkan bahwa dalam kurun waktu dua pekan terakhir, militer Iran telah melakukan persiapan matang untuk menggunakan taktik atau kartu-kartu baru di medan tempur. Pernyataan keras ini secara otomatis menciptakan awan gelap bagi kelanjutan dialog diplomatik yang sedianya dijadwalkan berlangsung di Pakistan.

Di tengah penolakan dari pihak Iran, pihak Gedung Putih justru menunjukkan kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan. Berdasarkan laporan dari Al Jazeera, pemerintah Amerika Serikat telah mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance ditunjuk sebagai pemimpin delegasi negosiator. Kelompok negosiator ini dijadwalkan mendarat di Islamabad, Pakistan, pada Selasa, 21 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, JD Vance didampingi oleh figur-figur penting seperti Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner.

Meskipun delegasi Amerika Serikat sudah bertolak menuju Islamabad, Kementerian Luar Negeri Iran bersikap dingin dengan menyatakan bahwa untuk saat ini mereka belum memiliki rencana untuk duduk kembali bersama perwakilan Washington. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran besar di tingkat global terkait potensi kembali pecahnya konflik fisik dalam skala yang lebih luas.

Berita Terkait

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Kemajuan Produksi Pesawat Tempur Siluman J-35 Tiongkok Diklaim Semakin Canggih

Situasi menjadi kian kritis mengingat batas waktu masa gencatan senjata selama dua pekan yang disepakati sejak 8 April lalu akan segera berakhir. Jika tidak ada terobosan diplomasi di Islamabad, maka masa tenang tersebut secara resmi berakhir pada Rabu, 22 April 2026. Hingga kini, publik dunia terus memantau apakah ketegangan ini akan berujung pada resolusi damai atau justru kembalinya kontak senjata antara kedua negara.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • PGN Area Medan Layani Savo Dine & Chill, Targetkan Konsumsi Gas Bumi Sektor Kuliner Meningkat
  • Waspada Hujan Ringan Hingga Sedang di Medan dan Sejumlah Wilayah Sumut Hari Ini
  • Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius
  • Harga Pangan di Sumut Turun Imbas Libur Sekolah dan Dapur MBG Libur Sementara
  • Proyeksi Perputaran Ekonomi Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan Capai Rp72,3 Miliar
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com