Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Iran Siapkan Mekanisme Baru Pungut Biaya Transit Kapal di Selat Hormuz

Oleh Redaksi 15
Minggu, 17 Mei 2026
Foto: ilustrasi kapal tanker.(Tangkapan layar X)

ilustrasi kapal tanker.(Tangkapan layar X)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Otoritas Iran tengah mematangkan rencana pengaktifan regulasi teranyar berupa penarikan bea atau biaya transit terhadap seluruh armada kapal yang mengarungi jalur perdagangan internasional Selat Hormuz.

Mekanisme penarikan tarif yang sedang digodok tersebut nantinya hanya akan memberikan keuntungan bagi kelompok kapal tertentu saja. Hal itu disampaikan secara terbuka oleh Ebrahim Azizi selaku Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran.

Dunia Internasional: Iran Siapkan Mekanisme Baru Pungut Biaya Transit Kapal di Selat Hormuz

Iklan Indako SeputarSumut

“Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat darinya,” kata Azizi, dikutip Anadolu Agency, Sabtu (16/5).

“Rute ini akan tetap ditutup bagi operator yang disebut ‘freedom project’,” tambah dia.

Adapun istilah ‘freedom project’ sendiri mengacu pada sebuah program operasi yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan tujuan utama guna memberikan pengawalan bagi armada kapal yang posisinya sedang tertahan di kawasan Selat Hormuz, Iran.

Berita Terkait

Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Azizi membeberkan bahwa jajaran pemerintahan Iran dalam waktu dekat bakal segera mempublikasikan sekaligus mengeksekusi sistem baru tersebut ke lapangan. Walakin, dirinya masih memilih untuk tidak membagikan rincian informasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaannya.

Langkah Iran untuk membebani kapal-kapal yang mengarungi Selat Hormuz dengan tarif penyeberangan sebenarnya sudah menjadi perbincangan sejak lama.

Berdasarkan laporan dari Lloyd List, sebuah jurnal yang menaruh fokus utama pada isu pelayaran serta niaga maritim, pihak Iran didapati telah mendirikan sebuah lembaga khusus yang mengemban tugas memungut bea masuk dari kapal-kapal sekaligus memberikan persetujuan izin transit di tengah memanasnya situasi perairan tersebut.

“Otoritas Selat Teluk Persia telah memperkenalkan kerangka kerja baru yang mengharuskan kapal untuk mendapatkan izin transit dan membayar tol sebelum berlayar,” demikian menurut jurnal itu, pekan lalu.

Melalui ulasan jurnal bersangkutan, setiap unit kapal yang berniat melewati kawasan Selat Hormuz kini diwajibkan menyetorkan dokumen laporan secara terperinci, yang isinya meliputi status kepemilikan armada, jaminan asuransi, data manifes kru atau awak kapal, hingga peta rute transit yang hendak dilewati.

Kebijakan penutupan akses gerbang Selat Hormuz sendiri merupakan langkah balasan yang diambil oleh Teheran, sesaat setelah wilayah mereka dihantam oleh serangan gabungan yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat bersama Israel pada tanggal 28 Februari yang lalu.

Tepat pada hari yang sama dengan terjadinya gempuran tersebut, pihak Teheran langsung bergerak cepat dengan melontarkan agresi balasan yang menyasar ke berbagai fasilitas militer milik AS di kawasan negara-negara Teluk serta Israel. Guna meningkatkan eskalasi tekanan terhadap kubu lawan, pihak Iran kemudian secara resmi memblokade total akses Selat Hormuz terhitung sejak tanggal 2 Maret yang lalu.

Kondisi geopolitik yang kian meruncing dampak dari situasi perang tersebut menjadi semakin intens, terutama setelah Trump mengambil tindakan lanjutan berupa pemblokiran terhadap pergerakan kapal-kapal yang datang dari maupun yang hendak berlayar menuju pelabuhan-pelabuhan di Iran.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com