seputar – Deli Sedang | Babak penyisihan grup A cabang olahraga (cabor) Sepakbola Putri antara tuan rumah Sumatera Utara (Sumut) dan Bangka Belitung (Babel) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 diwarnai dengan kericuhan usai laga.
Kericuhan terjadi setelah peluit panjang tanda usainya pertandingan dibunyikan. Kericuhan dipicu akibat sejumlah keputusan wasit yang diduga merugikan Sumut.
Update Olahraga: Isak Tangis-Kericuhan Warnai Penyisihan Grup A Sepakbola Putri PON
Kepemimpinan wasit selama jalannya pertandingan membuat Tim Sepakbola Putri Sumut sempat bersitegang. Lantaran terjadi pelanggaran di area kotak penalti Tim Sepakbola Putri Babel.
Akibatnya, wasit yang memimpin laga panas tersebut sempat diserang salah satunya official tim Sepakbola Sumut. Tak henti, kericuhan turut terjadi di tribun penonton usai laga tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Sepakbola Putri, Hadi Khairul Azhar angkat bicara mengenai kejadian tersebut. Dia mengatakan pada babak pertama, pihaknya sudah coba untuk menenangkan salah satu tim.
“Sudah masuk babak kedua, permainan juga panas, temperamen lumayan tinggi. Namun itu kayak sepertinya masih di dalam batas-batas permainan sepakbola,” ujarnya, Senin (9/9/24) malam.
Dia juga mengaku di ujung pertandingan tepatnya setelah selesai ada sebuah insiden.
“Kita hanya bisa mengarahkan tim pengamanan kita untuk mengamankan pemain (Babel). Kalau untuk melarang, kita tidak bisa kontrol para pemain yang kecewa akibat pertandingan tersebut,” katanya.
Setelah pertandingan selesai, diminta bantuan ke kepolisian untuk keamanan di luar Stadion dan Polisi menyarankan tim Bebel untung langsung meninggalkan stadion supaya tidak lagi ada insiden-insiden tambahan.
Pantauan awak media usai pertandingan, tangis kekecewaan mewarnai para pemain Sepakbola Putri Sumut. (mistar)


