Jakarta, SeputarSumut – Ginjal memiliki bentuk seperti biji kacang merah dan merupakan sepasang organ vital dalam sistem ekskresi manusia. Fungsi utama organ ini adalah menyaring racun dan mengatur keseimbangan cairan, asam-basa, serta mengontrol tekanan darah. Ketika organ ini mengalami gangguan, fungsi penyaringan racunnya terganggu, yang mengakibatkan penumpukan limbah dan cairan di dalam tubuh.
Penyakit ginjal sering dijuluki sebagai ‘silent killer’ atau penyakit yang diam-diam mematikan. Julukan ini muncul karena banyak pasien baru menyadari kondisinya sudah parah. Kerusakan ginjal umumnya terjadi secara perlahan dan tidak menimbulkan keluhan apa pun pada tahap awal.
Pernik Ragam: Jangan Sepelekan ‘Silent Killer’ Ginjal!
Mengapa Pasien Sering Terlambat Sadar?
Menurut laporan dari Times of India, penyebab utama orang baru menyadari terkena penyakit ginjal saat kondisinya sudah parah adalah karena gejalanya baru terasa ketika kerusakan telah mencapai tingkat yang signifikan. Pada fase awal penyakit ginjal kronis, ginjal bekerja lebih keras untuk mengimbangi fungsi yang hilang, bahkan terkadang hasil tes darah tampak normal. Kondisi ini membuat sebagian besar pasien baru mengetahui adanya masalah ginjal saat melakukan pemeriksaan darah atau urine secara rutin. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai keluhan apa pun yang dirasakan tubuh.
Banyak pasien sering kali keliru menganggap gejala kerusakan ginjal sebagai efek dari stres, asam lambung, atau karena pola makan yang tidak sehat. Kesalahpahaman ini kerap menunda proses diagnosis yang diperlukan.
Waspadai Gejala Kerusakan Ginjal Parah
Ketika kerusakan ginjal telah cukup parah, beberapa gejala mulai muncul dan perlu diwaspadai:
- Tubuh Terasa Lelah yang Berkepanjangan:
Penumpukan racun dan kotoran di dalam tubuh dapat terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan tubuh mudah lelah dan sulit untuk fokus. National Kidney Foundation menyebutkan bahwa penyakit ginjal juga dapat memicu anemia, yang semakin memperburuk rasa lelah dan keletihan. - Kulit Terasa Kering atau Gatal: Gangguan pada ginjal menyebabkan penumpukan limbah dan racun di dalam darah, yang memunculkan reaksi pada kulit. Gejala seperti rasa kering dan gatal biasanya terasa lebih intens di pagi hari karena tubuh mengalami kekurangan cairan selama tidur.
- Masalah Tidur:
Racun yang tetap berada di dalam tubuh karena kegagalan ginjal menyaring dengan baik dapat mengganggu kualitas tidur. Berdasarkan studi sistematis tahun 2022 yang dipublikasikan di jurnal Kidney Medicine, insomnia dan kualitas tidur yang buruk sering dialami oleh pasien penyakit ginjal stadium lanjut. - Bengkak di Sekitar Mata:
Munculnya bengkak di sekitar mata dapat menjadi indikasi adanya protein dalam urine (proteinuria). Bengkak ini disebabkan karena ginjal mengeluarkan sejumlah besar protein ke dalam urine. Tanda ini sering kali dianggap sebagai kelelahan, sehingga pasien tidak jarang mendapatkan penanganan yang terlambat. - Bengkak pada Kaki:
Pembengkakan pada pergelangan kaki juga merupakan gejala kerusakan ginjal yang parah. Menurut NHS, hal ini dipicu oleh retensi air karena fungsi ginjal yang menurun menyebabkan retensi natrium (garam). Pembengkakan pada ekstremitas bawah ini perlu diwaspadai sebagai tanda kerusakan ginjal.
Selain lima gejala utama di atas, beberapa pasien mungkin juga merasakan mual, muntah, penurunan nafsu makan, sesak napas, hingga urine berbusa dan terasa hangat.(*/cnni)


