Iklan PT Indako Trading Coy
Kamis, Juni 18, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
SS
SeputarSumut
Advertisement
Beranda Ekonomi

Jauh dari Keluarga, Fachmiati Nurani, Srikandi Indonesia Mengantarkan Energi Hingga ke Penjuru Bumi

Oleh Redaksi 15
Minggu, 5 November 2023
Foto: PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen penuh dalam hal mendukung kelestarian dan ekosistem lingkungan, terutama sekali ekosistem laut di perairan.(Ist)

PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen penuh dalam hal mendukung kelestarian dan ekosistem lingkungan, terutama sekali ekosistem laut di perairan.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Menjadi seorang navigasi mengarungi lautan luas, menghadapi gelombang dan badai sudah menjadi mimpinya sejak masih duduk di bangku SMA. Termotivasi mengangkat derajat hidup keluarga, bagi dirinya bisa berdiri di atas kapal menjadi bagian Pertamina International Shipping (PIS) merupakan kebanggaan tersendiri.

Dia adalah Navigational Officer PT PIS, Fachmiati Nurani atau kerap disapa Ami, salahsatu srikandi Indonesia yang mengabdikan diri pada ibu pertiwi, menjadi garda terdepan mengantarkan energi hingga ke penjuru bumi.

Berita Ekonomi: Jauh dari Keluarga, Fachmiati Nurani, Srikandi Indonesia Mengantarkan Energi Hingga ke Penjuru Bumi

Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy Iklan PT Indako Trading Coy
Foto: Jauh dari Keluarga, Fachmiati Nurani, Srikandi Indonesia Mengantarkan Energi Hingga ke Penjuru Bumi 1
Navigational Officer PT Pertamina International Shipping (PIS), Fachmiati Nurani.(Ist)

Pelaut wanita yang lahir di Purworejo Jawa Tengah ini memiliki semangat yang luarbiasa menaklukan segala aral melintang untuk menjadi seorang perwira di tengah samudera. Antusiasme ini pula yang membuka matanya tentang pentingnya laut dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Ami sadar lebih dari setengah bagian bumi adalah laut. Laut menjadi sarana distribusi energi dan tulang punggung penggerak ekonomi bagi negeri ini. Semangat yang terpatri mengabdi bersama PIS sudah menjadi pilihan hidup dan memantapkan hatinya.

“Awal mulanya tertarik menjadi pelaut saat melihat kerabat punya ayah yang juga seorang pelaut. Saya lihat punya potensi, dari perekonomian juga bagus banget, luarbiasalah,” kata Ami pada acara Pertamina Talks yang disiarkan secara daring di kanal YouTube, Senin (30/10/2023).

Berita Terkait

Indosat Adobe dan Kemenekraf Kolaborasi Dorong Kreativitas Menjadi Peluang Ekonomi Lewat AI

Wagub Sumut Surya Terima Petugas BPS untuk Konfirmasi Data Sensus Ekonomi dan Keluarga 2026

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Kebetulan sebut Ami, ia juga dari keluarga yang memiliki nilai ekonomi menengah ke bawah, dari situ dirinya juga semakin termmotivasi untuk menjadi pelaut, mengangkat derajat keluarga sekaligus membanggakan orang tua.

“Jadi dari SMA saya memang punya mimpi menjadi seorang pelaut, aduh harus jadi pelaut nih untuk membanggakan orang tua meski ini pekerjaan laki-laki kan, beda nih, harus beda dari yang lain, pokoknya harus bisa. Yang kedua ya itu siapa yang nggak tahu gajinya pelaut, nah akhirnya ya udah termotivasi bisalah menjadi pelaut,”cerita Ami.

Menurut Ami, bergabung dengan PIS saat itu bukanlah hal mudah, dibutuhkan semangat dan kegigihan. Ia sendiri harus bersabar menunggu kurang lebih 8 tahun, terus mencoba rekrutmen yang dibuka Pertamina.

“Dari tahun 2013 saat berkuliah saya memang punya mimpi bisa memakai seragam Pertamina. Di tahun 2013 sampai dengan 2021 saya terus mencoba rekrutmen dan mengikuti test, baru di awal tahun 2021 saya lolos. Dari 4.000 siswa yang mendaftar di tahun itu hanya 10 persen yang diterima dan perempuannya hanya 1 persen. Jadi bangga bangetlah bisa join karena selain menjadi garda terdepan, kami ini pejuang energi untuk negeri,”tutur Ami.

“Jadi buat adik-adik kalau sekiranya memang kepengen banget jangan patah semangat. Buktinya saya dari 2013 sampai dengan 2021 akhirnya baru bisa memakai seragam ini,”ungkap Ami.

Hal ini kata Ami, merupakan pembuktian ke masyarakat yang pemikirannya mengganggap perempuan tak bisa bekerja di sektor maritim seperti ini. “Buktinya pada hari ini saya bisa hadir di sini. Mewakili awak kapal dari PIS sebagai narasumber itu adalah salah satu bukti bahwasanya wanita juga mampu bekerja di sektor maritim,”pungkas Ami.

“Nah itu kan pandangan masyarakat yang banyak bilang eh perempuan kok bekerja di kapal apa nggak takut. Cuma kita semua pelaut bukan hanya yang perempuan, namun laki-laki pun dilindungi sama perundang-undangan. Ada juga perusahaan itu membuat aturan yang memang dikeluarkan berpedoman pada aturan internasional ada namanya aturan harassment and bullying. Jadi kalau kita merasa terintimidasi ataupun merasa ada terjadinya pelecehan dan lainnya, itu boleh banget melapor ke kantor. Dan kantor pasti usut tuntas sampai selesai,”imbuh Ami.

Sejak menjadi bagian di Pertamina sebut Ami, sejauh ini ia masih berlayar di perairan Indonesia, paling jauh ke Merauke itupun dari barat Tanjung Uban, Batam.

“Tapi kalau berlayar secara pribadi saya paling jauh ke Peru,”imbuh Ami yang sudah bekerja di pelayaran selama hampir 10 tahun ini.

Dalam bekerja sebut Ami, ia bersama kru kapal lainnya benar-benar menjaga supaya kapal nggak ada kendala agar pendistribusian energi itu maksimal. Memiliki solidaritas tinggi juga ditanamkan PIS kepada seluruh awak kapal sehingga sebagai seorang perempuan Ami merasa nyaman dan enjoy saat bekerja.

“Jadi nyaman saja, uniknya ketika pergi ke pelabuhan negara ataupun kota yang kita tuju juga bisa jalan-jalan di sana, nah itu sudah berkesanlah buat saya. Kalau traveling kan biasanya bayar, kalau kita nggak, malah perusahaan yang membayar,”imbuh Ami.

“Jadi kalau kerja di atas kapal itu sebenarnya kapal itu rumah saya, kapal itu kantor saya. Kalau mau kerja cukup naik satu lantai sudah sampai di kantor, atau turun beberapa lantai sudah sampai di dek,”ucap Ami.

Saat ditanya apakah kangen pada keluarga ketika berlayar dan tak pulang selama 5 bulan Ami menjelaskan rasa kangen itu pasti ada, tapi ini sudah menjadi pilihan hidup bagi dirinya dengan apa yang didapatkan.

“Pekerjaannya sudah kita pilih, apalagi ini sudah impian saya dari SMA kepengen banget menjadi pelaut, jadi terasa enjoy saja,” tutur Ami.

Menjaga Lingkungan Laut

Sepanjang perjalanannya mengabdi Ami juga merasa prihatin atas ancaman ekosistem laut yang terjadi. Untuk itu, ia mengajak masyarakat lebih menyayangi bumi, langkah sederhana yang bisa diteladani menjaga laut agar tetap lestari.

Dalam menjaga lingkungan laut, Ami bersama kru kapal lainnya berpedoman pada aturan MARPOL yang dibuat oleh International Maritime Organization atau IMO. Aturan itu terbagi menjadi 7 bagian berisi aturan bagaimana kapal tidak melakukan pencemaran yang berasal dari aktifitas operasional ataupun kecelakaan kapal.

Bagian pertama adalah polusi yang diakibatkan minyak, bagian kedua adalah cairan berbahaya, bagian ketiga adalah benda berbahaya dalam bentuk kemasan, bagian keempat adalah yang kita produksi setiap hari harus dibuang, kelima adalah sampah, keenam gas buang dari kapal dan ketujuh adalah ballast.

“Jadi kita punya aturan tersendiri terkait masalah penjagaan lingkungan. Penjagaan lingkungan bagi kami bukan menjadi hal unik, tapi hal wajib yang harus dilakukan dengan berpedoman pada aturan-aturan untuk mengelola hasil dari aktifitas operasional kapal, contohnya dalam pengelolaan sampah,”sebut Ami

Sampah di atas kapal kata dia terbagi menjadi beberapa ketegori berupa sampah makanan, metal, plastik, kertas bahkan sisa masakan koki. Kesemuanya itu dikelola dengan baik mulai dari jumlahnya hingga pemilahannya berdasarkan warna tong yang disediakan.

“Ketika kapal sampai di pelabuhan sampah yang akan dilepaskan juga ada aturannya, jumlahnya berapa, siapa penerimanya. Jadi pengelolaan sampah di atas kapal itu harus benar-benar berdasarkan aturan,”ujar Ami.

Untuk itu sebut Ami, masyarakat Indonesia patut berbangga kepada PIS karena punya komitmen menciptakan, membangun dan mengelola kapal-kapal yang ramah lingkungan. Kemudian PIS sudah merambah kancah internasional, artinya sudah berlayar membuka rute pelayaraan di 26 rute pelayaran dan seluruh krunya Indonesia.

Pengelolaan Talenta

Direktur Operasi PT Pertamina International Shipping (PIS), Brilian Perdana menyatakan, PIS memandang Mbak Ami seorang mualim wanita yang memang sangat inspiratif dan sebetulnya ini menjadi bagian upaya managemen perusahaan untuk melakukan pengelolaan talenta-talenta terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini.

Foto: Jauh dari Keluarga, Fachmiati Nurani, Srikandi Indonesia Mengantarkan Energi Hingga ke Penjuru Bumi 2
Direktur Operasi PT Pertamina International Shipping (PIS), Brilian Perdana.(Ist)

“Jadi talenta seperti Mbak Ami dan barangkali ada dari adik-adik semua yang ada disini mendapat kesempatan untuk bertugas di PIS. Kami betul-betul menghargai dan mengapresiasi talenta-talenta seperti Mbak Ami dengan perjuangannya. Dari pengalaman ceritanya bahwa 4 kali ikut test di PIS baru keterima di tahun 2021,”sebut Brilian Perdana.

Artinya apa, lanjut Brilian, PIS melihat bahwa talent seperti Mbak Ami ini memang talent yang akan terus menerus memberikan kontribusi kepada perusahaan dan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar pihaknya di perusahaan untuk memberikan kesempatan yang setara kepada siapapun terlepas dari gender apakah dia laki-laki atau perempuan.

“Semuanya sama, kami di managemen bangga karena pelaut-pelaut perempuan di Pertamina itu banyak dan kami memberikan trip yang sama dengan pelaut-pelaut yang lain bahwa mereka juga diberi kesempatan untuk berkarya di atas kapal,”tutur Brilian.

Dan kalau di kapal sebut Brilian, karir tertinggi pasti menjadi kapten dan saat ini PIS juga ada kapten perempuan meskipun saat ini bertugas di darat. “Nah kita ingin mendorong bahwa pelaut-pelaut yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini akan semakin banyak lagi yang berkiprah, kemudian berlayar bukan hanya di Indonesia tapi juga di perairan internasional kedepannya,”ajak salah satu Direktur termuda di Pertamina ini.

Brilian Perdana mengatakan, PIS didirikan pada 23 Desember 2016 menjelang usia ke 7 tahun yang diawali dengan 5 kapal saat itu. Kemudian perusahaan berkembang hingga sekarang mengelola lebih 700 kapal.

“PIS saat ini menjadi pemilik kapal dan operator terbesar di Asia Tenggara,”sebut Brilian.

Adapun wilayah kerja PIS sebut dia, saat ini bukan hanya di Indonesia tapi juga masuk ke wilayah mancanegara karena beberapa kapal yang dioperasikan sekarang telah melayani sekitar 26 rute Internasional.

“Jadi ada 30 kapal yang saat ini keliling dunia. Kemudian PIS bukan hanya mengelola kapal, tapi juga mengelola terminal dan itu sebabnya PT PIS disebut sub holding integrated marine logistic company,”jelasnya.

Jadi lanjut Brlian, layanannya bukan hanya disisi shipping, tapi juga disisi terminal dan marine logistic. Sejak tahun 2021 PIS menjadi salah satu sub holding di lingkungan PT Pertamina (Persero) bersama subholding yang lainnya mulai subholding upstream, subholding refining & petrochemical, subholding patra niaga commercial & trading, subholding gas, subholding Power & NRE dan subholding integrated marine logistic.

Sebagai Direktur Operasi di PIS, Brilian Perdana mengatakan, dirinya memiliki tanggungjawab utama untuk melakukan pengawasan atas semua kapal yang dioperasikan di PT PIS.

“Jadi saya dibantu oleh rekan-rekan dan tim yang kuat dan hebat, kami sama-sama kesehariannya memonitor kondisi dan kinerja kapal. Karena utamanya kargo yang diangkut oleh kapal Pertamina itulah yang memang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Jadi kalau kita luput dalam hal pengawasan maka akan berisiko seperti kargo yang tak terantar, kapal terlambat, terminal menjadi kosong hingga sampai ke SPBU. Jadi efeknya sangat besar dan itulah menjadi tanggungjawab kami di direktorat operasi PT PIS.

“Jadi itu memang kondisi di domestik, Indonesia kan negara kepulauan banyak sekali masyarakat yang harus kami layani. Ada 17 ribu pulau dan Indonesia menjadi salahsatu negara kepulauan dengan tingkat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) paling kompleks sedunia. Jika dibanding dengan negara-negara lain sepertinya tak ada kek negara Indonesia yang punya banyak sekali kepulauan, besar sekali populasinya dan juga terminal yang dilayani juga banyak mulai dari Sabang hingga Merauke.

“Jadi keseharian kami pada saat memonitor adalah memastikan bahwa kondisi kapal memang handal, mampu mendistribusikan kargo BBM ke seluruh pelosok negeri.

Terkait cuaca, Brilian Perdana menyatakan Indonesia memang terletak di maritime axis pertemuan antara beberapa benua Asia, Australia kemudian beberapa samudera Pasifik dan Atlantik sehingga dari sisi geografis cuaca ekstrim itu sudah menjadi tantangan bagi yang mengoperasikan kapal.

Untuk itu setiap pagi selalu ada laporan mengenai kondisi cuaca, kondisi maritim yang sangat dibutuhkan terutama sekali untuk memastikan bahwa, master dan kru di atas kapal harus waspada dengan kondisi cuaca di lautan, termasuk dengan pegawai yang bekerja di terminal karena mereka yang menerima kedatangan kapal saat ada aktifitas kapal yang akan sandar di pelabuhan.

Brilian melanjutkan, di industri maritim terutama di atas kapal master memegang apa yang disebut overriding authority. Pada saat dia berlayar dari satu titik ke titik yang lain master harus membuat passage plan.”Jadi dia tahu kemana akan tiba, kemudian melihat kondisi cuaca seperti apa.

“Kalau cuacanya memang buruk maka dia akan melakukan pengaturan apakah melalui kecepatan kapal atau mencari daerah lain yang lebih aman,”tuturnya.

Menurutnya, kondisi cuaca ektrim barangkali juga banyak dialami banyak tempat, di Indonesia salah satunya gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan terutama di Selatan Jawa. Kemudian jika dilihat dari sisi perairan Internasional di beberapa lokasi tersebut memang lokasi-lokasi yang rawan bajak laut.

“Jadi pelaut-pelaut kita yang membawa kapal Pertamina, ada yang berangkat ke Amerika, Afrika Barat dan Timur Tengah juga harus paham situasi di daerah situ. Jika misalnya mereka akan melewati daerah rawan bajak laut maka pengamanan di atas kapal ditambah lagi seperti memasang barikade kawat berduri untuk mencegah bajak laut naik ke atas kapal,”terang Brilian.

“Memang perjuangan menjadi pelaut itu jauh dari keluarga dan sekali berlayar bisa 2 sampai 3 bulan baru kembali lagi ke darat. Kita di PIS betul-betul mengapresiasi pelaut yang ada di atas kapal yang kami operasikan agar mereka juga pada saat bekerja merasa aman, nyaman dan kembali kepada keluarganya dengan selamat,”ucap Brilian.

Karenanya imbuh Brilian, dirinya sama seperti Mbak Ami ada satu kebanggan dan suatu kehormatan dapat bekerja di organisasi sebesar PIS dan juga Pertamina, berperan dalam hal memastikan adanya kelancaran dan juga kepastian BBM untuk masyarakat.

Menurutnya saat ini ada permasalahan yang kita hadapi adalah energi trilema yaitu: energy security (kepastian adanya energi) energy affordability (energi yang terjangkau oleh masyarakat) dan environmental sustainability (energi terus menerus ada secara berkesinambungan).

“Itu yang membuat saya bersama rekan-rekan di PIS betul-betul komit, penuh dedikasi untuk memastikan kehandalan operasi terutama kapal-kapal yang mengangkut kargo untuk didistribusi ke seluruh pelosok negeri,”imbuh Brilian.

Brilian melanjutkan, dirinya pernah ikut berlayar kurang lebih 3 malam dari Singapura, harus berhadapan dengan ombak yang sangat-sangat tinggi, 3-6 meter saat itu. “Alhamduliah tiba di lokasi pelabuhan tujuan dengan selamat, dan paginya langsung diajak kapten jalan-jalan keliling dek untuk olahraga,”papar Brilian.

Jadi kata Brilian, pelaut di atas kapal itu juga punya kehidupan dan perusahaan PIS kini sudah semakin memberi perhatian lebih atas yang namanya mental and health wellbeing (kesehatan mental) kepada seluruh pelaut di atas kapal.

“Jadi kapal itu dilengkapi dengan fasilitas mess room, entertainment, karaoke hingga alat-alat fitnes sehingga mereka dalam kesehariannya bekerja dengan sungguh-sungguh, komitmen tapi juga memiliki waktu cukup untuk istirahat dan ada hiburan agar tak stres,”jelasnya.

Mendorong Semangat Kemaritiman

Untuk mendorong semangat kemaritiman Indonesia lanjut Brilian Perdana, banyak hal dilakukan pihaknya mulai dari organisasi internal sendiri yang terus menerus melakukan transformasi agar PIS betul-betul memberikan kontribusi kepada industri maritim nasional.

“Tentu saja berkolaborasi dengan mitra kami di Indonesia dan luar negeri,”ujarnya.
Kemudian keikutsertaan PIS di beberapa konfrensi Internasional yang berkaitan dengan maritim juga semakin intensif.”Jadi kami setiap tahun kami hadir di sidang Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) organisasi maritim PBB di London dan juga menjadi bagian United Nations Global Compact (UNGC),”jelasnya.

“Jadi kami juga punya kantor di luar negeri. Teman-teman yang ditugaskan atau ditempatkan disana bergaul dengan asosiasi pemilik kapal di luar negeri tersebut. Kantornya ada di Singapura dan Dubai. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan buka kantor lagi di London dan Amerika,” bilang Brilian.

Kemudian, PIS sebagai subholding integrated marine logistic betul-betul mencoba untuk memposisikan organisasi ini sebagai organisasi yang terintegrasi, baik itu dengan Pertamina secara organisasi atau grup maupun dengan industri-industri maritim nasional.

Bentuknya seperti kerja sama dengan galangan kapal dalam negeri dalam hal penggunaan kapal, kemudian juga dengan pemilik kapal yang lain di Indonesia serta mengajak seluruh akademika terutama dari politeknik pelayaran dalam negeri untuk bersama-sama memajukan industri maritim nasional.

“Itu sebabnya setiap tahun kami melakukan PIS Goes To Campus (PGTC) sebagai bagian dari program Pertamina ke beberapa Politeknik (poltek) Ilmu Pelayaran di Indonesia,”kata Brilian.

“Terakhir saya ikut yang di Poltek Sumatera Barat, kemudian sebelumnya juga ada di Poltek Makasar untuk bersama-sama mendorong bahwa pelaut-pelaut Indonesia itu nggak kalah dengan pelaut-pelaut asing. Dan sekarang barang kali mungkin menjadi top two seafarer di internasional,”jelasnya.
PIS secara periodik membuka kesempatan kepada seluruh kadet-kadet yang barangkali di masa akhir studinya di poltek bahkan yang juga sudah lulus sekalipun untuk bertugas di PT PIS.

“Kita akan terus menerus membuka rekrutmen baru karena PIS akan terus menambah armadanya. Dari saat ini armada milik PIS ada 97 dan akan itu terus bertambah menjadi 150 dalam 3 tahun kedepan. Dan wilayah perairan yang dilayanipun bukan hanya perairan di Indonesia tapi juga perairan internasional sehingga makin banyak kebutuhan pelaut-pelaut untuk PIS,”jelas Brilian.

Menurutnya, laut mememiliki peranan sangat penting apalagi Indonesia dengan negara kepulauan sehingga cara menyambungkan antara pulau yang satu dengan yang lain itu adalah melalui laut. Dan dari sejak dulu laut juga menjadi salah satu moda transportasi yang paling efektif dari sisi biaya kalau dibandingkan dengan pesawat udara atau misalnya angkutan darat.

“Laut memang menjadi yang paling efektif. Dan kita disadari atau tidak pada saat melakukan perdagangan mungkin dari jaman dulu itu selalu pasti melalui laut.
Barangkali sekarang 80 atau 85 persen jalur perdagangan itu pasti lewat laut. Sehingga laut itu punya peranan yang sangat penting,”papar Brilian.

“Kalau kita ingat tol laut, pemerintah saat ini mencanangkan program seperti itu memang yang menjadi virtual pipeline menyambungkan antara pulau yang satu dengan yang lain adalah melalui laut. Dan PIS disitu ingin mengambil peranan yang penting untuk menyambungkan, mendistribusikan energi ke seluruh ke seluruh negeri,”ungkap Brilian.

Untuk itu, kedepannya akan banyak dari berbagai jurusan dan disiplin ilmu yang sangat dibutuhkan karena PIS akan semakin berkembang, dari sisi kapal juga akan bertambah, kemudian rute pelayaran akan semakin banyak, begitu juga dari sisi kompleksifitas operasi serta dari sisi variasi kargo yang diangkut.

“Jadi ini betul-betul membutuhkan tenaga-tenaga baru, energi baru yang memang bisa berkontribusi pada perusahaan. Biasanya proses rekrutmen dimulai dari penerimaan. Dan nantinya saat sudah diterima ada namanya pre employment training (PET) pengenalan dari sisi lingkungan organisasi yang nantinya akan masuk ke berbagai fungsi bisa sesuai dengan jurusan sekolahnya dan juga tidak, tergantung kebutuhan masing-masing fungsi,”ujar Brilian.

PIS Menjaga Konservasi Laut

Perusahaan pelayaran di internasional saat ini memang diminta untuk berkontribusi lebih aktif lagi dalam hal menjaga ekosistem laut. PIS saat ini sudah membuat roadmap menuju green shipping.

“Diantaranya kita akan kurangi dari sisi carbon footprint. Karena apa? itu nanti akan mempengaruhi dari sisi lingkungan baik itu dari sisi udara maupun lautan,”papar Brilian.

Dia menyebutkan, pada saat kapal PIS berlayar itu pasti menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan B30 bahkan sekarang sudah B35, berarti campuran bahan bakarnya lebih banyak bahan bakar nabati. Kemudian juga dari sisi instalasi peralatannya juga akan membantu untuk melakukan penghematan energi.

“Seperti energy saving devices kemudian scrubber agar pada saat nanti kapal dioperasikan, partikel-partikel yang memang tidak ramah lingkungan itu akan bisa di reduksi,”jelas Brilian.

Di sisi lain, PIS saat ini sudah banyak program, kerja sama dengan NGO dan beberapa pemerhati lingkungan melalui program bersinergi bentuk dari corporate social responsibility (CSR) PIS untuk bersama-sama menjaga dan tentu saja membutuhkan peranan penting dari seluruh pihak.

“Bukan hanya dari sisi PIS tapi juga pihak-pihak yang memang memperhatikan kondisi lingkungan laut kita dan Indonesia dengan porsi lautannya yang lebih luas dan sangat besar dibanding dengan daratan memang memegang peranan sangat penting dalam hal menjaga ekosistem laut,”ujar Brilian.

Selanjutnya cara PIS menavigasi kondisi lingkungan sekitar saat mengoperasikan kapal agar tidak merusak atau ekosistem atau biota laut di sekitar maupun mengganggu alur pelayaran, di atas kapal adalah menggunakan Electronic Chart Display (ECD). Kalau dulu oleh pelaut-pelaut masih menggunakan paper chat atau kertas. Sekarang dengan bantuan teknologi digitalisasi sudah menggunakan ECD.

“Ini membantu navigasi kapal, jadi mengetahui apakah di sekitar kapal ada terumbu karang ataukah ada kondisi-kondisi lain sehingga kapal itu bisa menghindar atau mencari area atau alur lain yang lebh aman, bukan hanya buat kapal tapi juga buat ekosistem laut yang dilalui,”pungkas Brilian.

Jadi kata Brilian, kontribusi PIS dalam hal menjaga ekosistem laut terutama dari kapal-kapal yang dioperasikan memang harus lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, kapal-kapal PIS saat ini sudah ada energy saving devices, kemudian pada saat ada perbaikan atau maintenance dilakukan hold cleaning, ada pekerjaan di bawah laut sehingga terumbu karang tidak menempel di lambung kapal.

“Kalau dia menempel akan menghambat sisi kecepatan kapal sehingga nanti konsumsi bahan bakar yang dikonsumsi kapal tersebut akan lebih banyak. Di sisi lain kapal, kita juga mencoba untuk lebih ke arah ramah lingkungan, baik itu dari sisi bahan bakar yang digunakan maupun dari sisi kargo yang diangkut lebih ramah lingkungan,”papar Brilian.

Brilian Perdana menekankan, PIS berkomitmen penuh dalam hal mendukung kelestarian dan ekosistem lingkungan, terutama sekali ekosistem laut di perairan.
Bahkan PIS sudah memiliki yang namanya roadmap menuju green shipping melalui 3 tahapan, di tahun 2025 sudah betul-betul mengurangi dari resisi emisi. Kemudian di tahun 2040 seterusnya akan menjadi net zero emission.

“Nah untuk menuju kesana kapal-kapal operasi PIS saat ini sudah betul-betul ramah lingkungan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan kemudian juga pemasangan peralatan yang mendukung bisa dilakukannya penghematan bahan bakar.

Kemudian kargo yang diangkut juga lebih ramah lingkungan serta nantinya PIS juga akan menginstal kapal-kapal yang memang menggunakan bahan bakar bukan dari fosil fuel, tapi juga dari energi lain.

Sehingga pada harapannya pada kapal-kapal PIS semakin banyak dan juga rute pelayaran bukan hanya di Indonesia. PIS juga bisa berkontribusi atas kelestarian lingkungan karena semua ini kaitannya dengan tarnsisi energi.

“Dan kita juga sudah mengaplikasikan beberapa teknologi dan tentu saja sebagai industri yang very high regulated dan aturan Marpol yang terbagi menjadi 7 bagian juga menjadi pedoman dari industri maritim dan shipping international,”pungkas Brilian.

“Nah harapan saya kepada generasi muda tentu saja kita buka mata dan juga harus punya kesadaran yang tinggi atas kondisi di sekitar kita, bukan hanya di sekitar tempat kita tinggal dan bekerja, tapi juga di lingkungan sekitar kita yang memang membutuhkan perhatian. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat lingkungan sehingga itu harus dimulai dari diri kita sendiri baru kita akan ajak rekan-rekan kita yang lain,”ajak Brilian.

“Tentu ilmu yang kita peroleh selama kita studi di jenjang pendidikan itu menjadi penting sebagai pondasi pada saat kita bekerja, tapi di luar itu ada yang namanya sikap, keahlian dan keterampilan yang menag harus terus menerus kita bentuk. Dan itu barangkali tidak kita peroleh dari bangku kuliah atau bangku sekolah tapi dari pergaulan kita dengan teman-teman, kemudian juga belajar dari senior yang lebih pengalaman,”kata Brilian.

Brilian mencontohkan seperti jajaran direksi PIS misalnya saat ini 5 dari 7 direksinya itu masih berusia di bawah 50 tahun. Dan keseimbangan antara yang tua dan yang muda itu mampu saling melengkapi jadinya.

“Jadi masing-masing pasti memiliki latar pendidikan berbeda-beda, tapi pada saat bekerja itu menjadi satu tim dan akan saling melengkapi satu sama lainnya,”ungkap Brilian.

Untuk itu, Brilian mendorong seluruh perwira PIS agar selalu melakukan inovasi, peduli atas kondisi perusahaan kedepan.”Karena manajemen itu bisa berganti, tapi yang meneruskan ya rekan-rekan semua nantinya. Kami ingin melihat bahwa PIS dalam 10, 15 bahkan 25 tahun kedepan itu tetap ada, semakin maju, semakin besar dan ini menjadi salahsatu penggerak pembangunan ekonomi Indonesia sebagaimana visi dan misi dari PIS menjadi Asia Leading Shipping Integrated Leading Company, kami juga berkotribusi dan memastikan bahwa apa yang dilakukan PIS saat ini memberikan kontribusi pada pembangunan bangsa,”tutup Brilian.

Aktivis Lingkungan Pendiri Komunitas Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari mengatakan, saat traveling atau dimanapun kita sehari-hari berada bisa melakukan pengurangan sampah dari diri sendiri.

“Misalnya kemana-mana membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Kenapa karena sampah yang biasa ditemukan di laut, itu adalah biasanya sampah plastik sekali pakai yang sangat sulit didaur ulang dan tak diterima oleh bank sampah atau pemulung. Itu harus dimulai dari diri sendiri,”ungkap Swietenia.

Nantinya sebut Switenia, kalau kita traveling tak hanya menjaga kebersihan tapi bisa juga mulai meninggalkan tempat wisata tersebut dengan lebih baik dibanding ketika saat kita datang.

“Caranya adopsi karang, adopsi mangrove dan lainnya,”ungkap Swietenia.

Dalam menjaga kelestarian laut, kata Swietenia, sejauh ini pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk melakukan kolaborasi program seperti CSR maupun EPR program.

“Kalau kerja sama dengan dengan Pertamina, kita ada 3 E, eksperiens mengajak perwira-perwira muda dari PIS untuk datang ke laut, ke Pulau Seribu. Saat itu ada 50 perwira atau agen perubahan untuk bareng sama kita menjadi rangers seharian, mulai dari melakukan penelitian, melakukan edukasi dan juga tentunya menanam, memonev atau monitoring evaluasi karang dan juga mangrove atau bakau. Dari situ harapannya jika karyawan sudah semakin peduli, makin paham apa yang bisa dilakukan maka ada transformasi perubahan lingkungan dari internal perusahaan,”tutur Swietenia.

Selain itu, edukasi juga dilakukan, programnya adalah bekerja sama dengan PIS untuk melakukan kolaborasi yang namanya bersinergi untuk Ocean Literacy.”Kita mendampingi sekolah dasar agar memiliki perpustakaan biar makin banyak generasi muda yang peduli dengan laut. Tak hanya itu, DCA juga pernah betkolaborasi dalam Pertamina Eco Run dimana kita membuat orang-orang yang belum pernah main ke laut bisa melihat laut memakai kacamata VR.

“Jadi mereka bisa melihat merasa di laut, bagaimana lautan Indonesia itu cantik banget, atau misalnya melihat juga lautan yang ternyata rusak. Jadi menginspirasi mereka untuk berbuat sesuatu,”imbuh Swietenia.

Berikutnya adalah menginpower desa-desa dan bekerja sama dengan PIS untuk melakukan pendampingan desa-desa biar lebih berdikari untuk masalah energi terbarukan.(Siong)

Tags: Pertamina
Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Truk Pengangkut Kayu Terbalik di Tikungan Jalan Lintas Medan–Lubuk Pakam Tanjung Morawa
  • Hattrick Lionel Messi Bawa Argentina Tekuk Aljazair 3-0 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
  • Indosat Adobe dan Kemenekraf Kolaborasi Dorong Kreativitas Menjadi Peluang Ekonomi Lewat AI
  • Iran Ancam Serang Israel Akibat Pelanggaran Gencatan Senjata dan Picu Frustrasi Donald Trump
  • KAI Divre I Sumut Gencarkan Sosialisasi Perlintasan Sebidang Jelang Libur Sekolah 2026
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan

@ 2020 SeputarSumut.com

Situs web ini menggunakan cookie. Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda memberikan persetujuan terhadap penggunaan cookie. Kunjungi Kebijakan Privasi dan Cookie kami.