Jakarta, SeputarSumut — Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela dilaporkan meningkat hingga mencapai 4 ribu jiwa per Jumat (10/7). Dua gempa bumi dahsyat tersebut melanda Venezuela pada 24 Juni lalu, di mana getaran pertama tercatat memiliki magnitudo 7,5 dan kemudian disusul oleh gempa kedua berkekuatan 7,2 SR hanya dalam hitungan beberapa detik setelahnya.
Melansir AFP, total korban yang dilaporkan meninggal dunia kini telah menyentuh angka 4.118 orang, sedangkan korban yang mengalami luka-luka tercatat sebanyak 16.740 orang akibat bencana pada akhir Juni tersebut. Di samping itu, hingga saat ini ribuan warga lainnya dilaporkan masih belum ditemukan atau dinyatakan hilang.
Dunia Internasional: Jumlah Korban Tewas Gempa Bumi Dahsyat di Venezuela Bertambah Menjadi 4 Ribu Jiwa
Meskipun tim penyelamat secara resmi sebenarnya telah menghentikan proses pencarian terhadap korban yang selamat, masyarakat setempat terpantau masih terus berupaya mencari anggota keluarga mereka yang hilang di balik puing-puing reruntuhan bangunan. Sektor perekonomian negara tersebut juga kian terpuruk, di mana bencana gempa bumi dahsyat ini membuat Venezuela terus terlempar ke dalam jurang krisis ekonomi berkepanjangan.
Guna mengatasi dampak buruk bencana, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyampaikan seruan untuk melepaskan aset-aset yang dibekukan di luar negeri agar dapat dimanfaatkan dalam proses pemulihan pasca-bencana. Pada Rabu (8/7) lalu, ia juga diketahui sempat mengajukan permohonan kepada Raja Charles III agar bersedia memberikan sekitar 30 ton emas milik Venezuela yang saat ini sedang dibekukan di bawah sanksi Inggris.
Merespons situasi darurat ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertindak cepat dengan mengeluarkan permohonan mendesak guna menggalang dana bantuan gempa bumi Venezuela sebesar hampir US$300 juta atau setara dengan kisaran Rp5,4 triliun.(*/cnni)


