Jakarta, SeputarSumut – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung dilanda banjir setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (4/12) sekitar pukul 18.15 WIB.
Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menunjukkan bahwa bencana banjir ini melanda lima desa atau kelurahan. Desa-desa yang terdampak meliputi Cingcin di Kecamatan Soreang, Bojongsoang di Kecamatan Bojongsoang, Kamasan dan Margahurip di Kecamatan Banjaran, serta Cangkuang Wetan di Kecamatan Dayeuhkolot.
Lintas Nasional: Kabupaten Bandung Diterjang Banjir, Ratusan KK Terdampak
Kecamatan Bojongsoang tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak terparah dari kejadian ini. Di sana, sebanyak 615 unit rumah dilaporkan terendam oleh air banjir.
Selain Bojongsoang, genangan juga merendam 80 unit rumah di Kamasan, 47 unit di Cangkuang Wetan, dan 6 unit rumah di Cingcin. Sementara itu, di Margahurip, tercatat satu rumah mengalami kerusakan sedang yang disebabkan oleh kuatnya arus air banjir.
Secara keseluruhan, dampak bencana ini menimpa ratusan Kepala Keluarga (KK). Rinciannya, 615 KK di Bojongsoang, 80 KK di Kamasan, 47 KK di Cangkuang Wetan, 6 KK di Cingcin, dan 1 KK di Margahurip. Di Cangkuang Wetan, 47 KK di wilayah tersebut terpaksa melakukan evakuasi dan mengungsi demi alasan keselamatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.
Derasnya hujan yang terjadi menjadi penyebab luapan air yang berlangsung cepat, khususnya di area permukiman yang memang berada di dataran rendah, seperti disampaikan oleh Pranata Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat.
”Petugas dan aparat setempat masih dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi potensi naiknya muka air banjir,” jelas Hadi saat dihubungi pada hari Jumat (5/12). Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih berupaya melakukan asesmen dan pendataan di seluruh lokasi yang terkena dampak. Tinggi muka air yang terukur bervariasi antara 0 hingga 70 cm.
Saat ini, BPBD Provinsi Jawa Barat tengah menjalin koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung untuk melakukan penilaian langsung di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan tersedianya kebutuhan bantuan lanjutan serta melakukan upaya mitigasi yang diperlukan bagi seluruh warga yang terdampak bencana.(*/cnni)


