seputar-Medan | Program parkir berlangganan yang diluncurkan Pemerintah Kota Medan ternyata masih menyisakan masalah di lapangan. Warga yang sudah memiliki barcode parkir berlangganan ternyata masih dikutip uang parkir di tepi jalan oleh oknum mengaku juru parkir.
“Masyarakat menyampaikan bahwa ada yang sudah berlangganan parkir selama setahun tetapi ketika parkir tetap diminta untuk membayar retribusi parkir,” kata Anggota Fraksi PKS Syaiful Ramadhan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Medan yang juga dihadiri Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Senin (15/7/2024).
Info Medan: Kacau! Sudah Parkir Berlangganan, Warga Masih Dikutip Uang Parkir
Fraksi PKS meminta agar Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Agar tercipta suasana yang nyaman bagi masyarakat Kota Medan yang telah membayar retribusi parkir selama setahun tersebut, kami mengharapkan persoalan ini bisa diselesaikan,” katanya.
Sebelumnya video seorang pengendara di Medan diminta membayar uang parkir oleh seorang pria viral di media sosial. Padahal pengendara tersebut sudah memiliki stiker parkir berlangganan.
Pria tersebut memaksa meminta uang parkir dan tak mau tahu soal stiker parkir berlangganan yang sudah ditempel pengendara di kendaraannya.
Dalam video, pria berbaju putih yang bertugas sebagai penjaga parkir tersebut sempat terlibat adu mulut dengan pengendara. Pria itu mengatakan pengendara tetap harus bayar meski sudah punya stiker langganan. Ia juga mengaku menyetor uang parkir tersebut ke ketua ormas.
“Iya bayar (biarpun ada stiker parkir berlangganan), kami di sini jalan kecil, kami setor sama ketua bilang, ketua PKN udah, kau videokan,” ucap pria tersebut kepada si pengendara. (red)


