Medan, SeputarSumut — Kegiatan sosialisasi keselamatan di wilayah operasional Sumatera Utara dilaksanakan oleh pihak KAI Bandara pada petak jalan Stasiun Medan (MDN) menuju Stasiun Binjai (BIJ). Agenda berkala ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan faktor keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menciptakan suasana keamanan dan ketertiban di sepanjang lingkungan jalur operasional tersebut.
Pelaksanaan agenda tersebut dilangsungkan pada 25/05/26 mulai pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB dengan melibatkan kolaborasi intensif antara petugas KAI Bandara Medan bersama jajaran personel Polsuska Divre I Sumut. Adapun titik lokasi spesifik pemantauan dan edukasi berada di wilayah KM 18+000 sampai dengan KM 19+400 Jalan Ikan Kakap, Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.
Info Medan: KAI Bandara Gelar Sosialisasi Keselamatan Jalur Kereta Api Petak Medan Sampai Binjai Demi Keamanan Perjalanan
Petugas di lapangan mengimplementasikan kegiatan tersebut dengan melakukan pemasangan spanduk keselamatan di titik strategis serta mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Anggota tim juga memberikan seruan kepada warga agar tidak melakukan aksi pelemparan terhadap armada kereta api yang melintas, serta senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat menyeberang di area perlintasan sebidang.
Direktur Utama KAI Bandara, Porwanto Handry Nugroho menerangkan bahwa aktivitas penyuluhan keselamatan ini menjadi representasi nyata dari komitmen korporasi dalam menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KAI Bandara ingin terus membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap keselamatan di sekitar jalur kereta api, termasuk tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Direktur Utama PT Railink.
Langkah edukasi mengenai aspek keselamatan ini juga ditegaskan oleh beliau akan terus dilaksanakan secara konsisten ke depannya. Upaya berkelanjutan tersebut berfungsi sebagai tindakan pencegahan dini untuk menyokong operasional kereta api yang selamat, aman, sekaligus tertib.
Dampak positif yang ingin dicapai dari penyelenggaraan edukasi ini adalah meningkatnya pemahaman kolektif warga akan krusialnya aspek keselamatan di kawasan jalur rel. Kondisi tersebut diharapkan mampu mewujudkan atmosfer operasional yang aman, tertib, dan kondusif, baik bagi perjalanan kereta api itu sendiri maupun untuk warga yang bermukim di sekitarnya.
Kondisi di lapangan selama rentang waktu pengerjaan sosialisasi dilaporkan berada dalam situasi yang aman, lancar, serta terkendali. Manajemen KAI Bandara memegang komitmen penuh untuk melangsungkan agenda edukasi dan sosialisasi keselamatan ini secara simultan demi menyokong keselamatan transportasi kereta api.
Pihak KAI Bandara turut menyisipkan imbauan kepada para pengguna jasa untuk selalu memperhatikan dan menjaga seluruh barang bawaan mereka sepanjang masa perjalanan. Perusahaan telah menyediakan fasilitas layanan ‘lost and found’ terpadu yang dapat dimanfaatkan apabila terdapat kasus barang penumpang yang tertinggal atau berhasil diketemukan oleh petugas di area stasiun. Di samping itu, para penumpang juga disarankan untuk tiba di area bandara lebih awal, dengan estimasi waktu 3 jam sebelum jadwal keberangkatan internasional serta 2 jam sebelum jadwal keberangkatan domestik.(Siong)

