Medan, SeputarSumut — Aksi sosialisasi guna mencegah tindakan pelecehan seksual diselenggarakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) yang bekerja sama dengan Komunitas Divre I Railfans di atas perjalanan KA Putri Deli rute Medan–Tanjungbalai pada Minggu (31/5). Pelaksanaan kegiatan tersebut ditujukan demi menjamin serta menghadirkan rasa aman sekaligus nyaman untuk semua penumpang kereta api tanpa ada pengecualian.
Komitmen mutlak untuk membangun ruang transportasi umum yang aman serta inklusif disampaikan secara tegas oleh Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo. Langkah konkret dan ketat pun disiapkan pihak perusahaan, di mana KAI bakal memasukkan identitas setiap pelaku kejahatan seksual yang terbukti melakukan pelanggaran ke dalam daftar hitam atau ‘blacklist’.
Info Medan: KAI Sumut Gandeng Komunitas Railfans Sosialisasikan Pencegahan Pelecehan Seksual di KA Putri Deli
“Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan seksual di kereta api. Bagi pelaku yang terbukti melakukan pelecehan seksual, NIK-nya akan diblokir seumur hidup sehingga tidak dapat lagi menikmati layanan kereta api,” kata Anwar.
Pihak KAI sejauh ini mengonfirmasi belum mendapati adanya laporan atau temuan mengenai kasus pelecehan seksual di area operasional Divre I Sumut. Kendati demikian, berbagai upaya pencegahan tetap digalakkan demi menekan segala potensi gangguan sekecil mungkin, yang salah satunya diwujudkan lewat peluncuran menu Female Seat Map di aplikasi Access by KAI untuk mempermudah penumpang wanita memilih posisi tempat duduk yang berdampingan dengan sesama wanita ketika melakukan pemesanan tiket.
Masyarakat yang menjadi korban ataupun melihat langsung adanya indikasi perbuatan yang mengarah pada tindakan pelecehan seksual diminta Anwar untuk berani mengadukannya kepada aparat yang berwenang di lapangan.
“Korban dapat segera melapor secara langsung kepada petugas atau melalui telepon maupun pesan singkat kepada kondektur yang nomor teleponnya tertera pada dinding bagian depan dan belakang setiap kereta,” ujarnya.
Catatan pergerakan jumlah penumpang kereta api di wilayah Sumatera Utara sendiri terpantau fluktuatif sepanjang masa liburan panjang dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE serta Hari Lahir Pancasila. Total pengguna jasa angkutan ini terdokumentasi menyentuh angka 8.177 orang pada Sabtu (30/5), sedangkan untuk hari Minggu (31/5) tercatat sudah ada 6.773 tiket yang laku terjual untuk rupa-rupa rute perjalanan, di mana jumlah data ini diprediksi masih akan terus berubah.
Rangkaian kegiatan edukasi di dalam gerbong KA Putri Deli tersebut berjalan beriringan dengan agenda sosialisasi keselamatan di area perlintasan sebidang yang juga digarap KAI Divre I Sumut bersama Komunitas Divre I Railfans. Edukasi keselamatan ini menyasar para pengendara yang melintas di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 82 di lingkungan Stasiun Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, dengan mengajak publik untuk senantiasa menaati rambu-rambu jalan, berhenti dahulu sebelum menyeberang, serta memprioritaskan laju kereta api.
“Seluruh rangkaian kolaborasi dan edukasi ini, baik yang kami lakukan di dalam kereta maupun di perlintasan sebidang, merupakan langkah nyata KAI untuk terus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan serta masyarakat,” pungkas Anwar.(Siong)

