Jakarta, SeputarSumut – Sebelas Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah Kapal Motor (KM) Makmur 03 mengalami musibah kebakaran di sekitar perairan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pada Jumat (21/11) siang.
Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, menyatakan timnya masih berupaya keras mencari seluruh ABK yang belum ditemukan. Ia menyebut, pencarian di hari pertama, Jumat (21/11), terpaksa terhambat dan belum membuahkan hasil karena terkendala cuaca buruk dan tingginya gelombang yang melanda perairan Banda.
Lintas Nasional: Kapal Makmur 03 Terbakar, 11 ABK Hilang di Maluku
Pihak Basarnas Ambon telah mengerahkan KN Bharata menuju titik lokasi pemancingan ikan, yang berada pada koordinat 4^\circ33’52.20”S – 128^\circ48’33.55”E dengan jarak \pm 75 Nautical Mile (NM) dan Heading 146.1^\circ arah Tenggara.
Pemilik kapal yang bernama Iwan menerima laporan pada Kamis (20/11) sekitar pukul 17:50 WIT dari ABK, yang mengabarkan bahwa kapal yang mereka tumpangi sedang mengalami kebakaran. Kejadian ini terjadi setelah KM Makmur 03 dilaporkan terbakar.
Kapal yang dinahkodai oleh Yakob ini sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (8/11) sekitar pukul 02:00 WIT, dengan tujuan awal lokasi pemancingan ikan di perairan Banda.
Menurut keterangan tertulis Muhammad Arafah pada Sabtu (22/11), satu unit KN SAR Bharata sudah dikerahkan menuju lokasi kejadian sore tadi. Namun, karena kondisi cuaca yang memburuk, pencarian korban dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu pagi.
Pihaknya baru mengerahkan personel pencarian setelah melakukan koordinasi intensif dengan pihak kapal. Awalnya, Basarnas berkoordinasi dengan pos SAR Banda terkait informasi kebakaran kapal, namun mereka belum menerima laporan resmi mengenai insiden terbakarnya KM Makmur 03 tersebut.
Arafah berharap, dengan kondisi yang lebih baik, pencarian yang dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (22/11), dapat membuahkan hasil dan seluruh ABK bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Kondisi gelombang tinggi masih menjadi tantangan selama pelayaran KN Bharata menuju perairan Banda.
Sementara itu, pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas kapal ikan Maluku Prima Makmur 03 menyatakan bahwa hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun ABK yang berhasil ditemukan.
Sebelas ABK yang dilaporkan hilang tersebut memiliki nama-nama sebagai berikut: Yakob (60), Kien Julson Sabandar (51), Misran Sumenda (51), Finsen Rahayaan (27), Deki Tatael (21), Agung Mametiwalo (29), Oksin Tatael (29), Otjel Kolotja (51), Jefry Langelo (62), dan Melvin Rolando Hitalessy (26).
Sebelumnya, Basarnas juga sempat berkoordinasi dengan otoritas perairan laut, termasuk Polairud dan TNI-AL, untuk memastikan kebenaran kebakaran kapal di tengah laut sekitar pukul 15:30 WIT.(*/cnni)


