seputar-Medan | Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Pulo Brayan, Medan Barat, Kota Medan, Selasa (6/8/2024). Kejadian itu mengakibatkan sedikitnya 21 rumah warga musnah dan hanya menyisakan puing-puing.
“Ada delapan rumah permanen dan 13 rumah semi permanen yang kami padamkan di Jalan Yos Sudarso Gg Silahruhmi 2 dan 3 Kelurahan Pulo Brayan, Medan Barat, Kota Medan,” ujar Kepala Damkarmat Kota Medan, Muhammad Yunus, dilansir Antara.
Info Medan: Kebakaran Hanguskan 21 Rumah di Pulo Brayan
Yunus mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran melanda kawasan penduduk itu sekitar pukul 15.11 WIB dan dua menit kemudian meluncurkan sejumlah armada pemadam kebakaran (damkar) ke lokasi kejadian kebakaran.
“Pemadaman ini berlangsung pada pukul 15.23 WIB sampai 17.28 WIB. Armada kita tiba pukul 15.22 WIB,” kata dia.
Dalam upaya pemadaman, kata dia, armada damkar itu diturunkan dari sejumlah posko yang membawa sebanyak 87.000 liter air.
“Dari mako 0.0 (markas komando) di turunkan empat unit, yang terdiri dari PK 43, PK 24 dan PK 51 yang masing masing membawa 10.000 liter air dan PK 57 membawa 3.500 air,” sebut dia.
Selain itu, petugas yang memadamkan di dua lorong tersebut juga menurunkan mobil damkar dari unit pelaksana teknis (UPT) 3.0 yang membawa 15.500 liter air yang terdiri dari PK 59 3.500 liter air dan PK 46 12.000 liter air.
Lalu, lanjut dia, tim juga mengerahkan mobil damkar dari UPT 5.0, UPT 6.0, UPT 1.0 dan UPT 2.0 yang total membawa sebanyak 38.500 liter air.
“PK 44, PK 45, PK 50 masing masing membawa 10 liter air dan PK 59 3.500 liter dan PK 49 membawa 5.000 liter air,” kata dia.
Dia menjelaskan, akibat peristiwa nahas tersebut sedikitnya 21 kepala keluarga dengan total 65 jiwa dari dua lorong tersebut terdampak.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar dia.
Diduga Akibat Korsleting
Fikar, salah seorang pemilik rumah yang terbakar mengatakan api diduga berasal dari salah satu rumah. Ia menduga kebakaran itu terjadi akibat korsleting (arus pendek) listrik di rumah tersebut. Namun, ia tidak mengetahui pasti dari rumah mana sumber api penyebab kebakaran berasal.
“Korsleting. Soalnya tadi tiba-tiba apinya besar,” ujarnya.
Melihat api yang membubung tinggi, warga langsung menghubungi petugas damkar. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan, membuat api dengan cepat membesar dan memusnahkan seisi rumah.
Petugas damkar yang tiba dengan 6 unit armadanya sempat kesulitan memadamkan api. Pasalnya, akses jalan yang sempit membatasi ruang gerak petugas untuk memadamkan api.
Pemilik rumah lainnya menyebut sempat terdengar suara ledakan yang diduga dari trafo. Hal itu diduga salah satu pemicu api dengan cepat membesar dan menyambar.
“Ada meledak trafo itu. Makanya apinya langsung besar,” ucap perempuan yang mengaku rumahnya juga terbakar.
Kepala Lingkungan IV, Ahmad Rendi Alfani saat ditemui di lokasi mengatakan belum mengetahui pasti identitas para korban. Lantaran masih mendata rumah yang menjadi korban dan kerugian yang diderita.
“Empat rumah. Nanti dulu ya bang, masih bantu,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi hingga pukul 17.30 WIB, beberapa pemilik rumah terlihat masih berada di lokasi kebakaran.
Sebagian pemilik sempat menyelamatkan barang-barang dari rumahnya. Sementara beberapa lainnya mengaku sama sekali tidak dapat menyelamatkan harta bendanya.
Sementara itu pihak kepolisian dari Polsek Medan Barat telah turun ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Petugas telah memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan TKP. (antara/mistar/ss)


