Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Kerja di Luar Negeri, Masa Studi SMK Jadi 4 Tahun

Oleh Redaksi 15
Rabu, 26 Maret 2025
Foto: Pendidikan SMK kini dirancang selama 4 tahun. 

Pendidikan SMK kini dirancang selama 4 tahun. 

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan atau SMK akan mendapatkan program pembelajaran selama empat tahun. Program ini ditujukan untuk meningkatkan peluang kerja ke luar negeri bagi siswa SMK.

“Menyiapkan lulusan SMK yang siap untuk bekerja di mancanegara dan kami merencanakan SMK-SMK kita terutama SMK yang sudah berperingkat PK program unggulan ini nanti akan kami desain untuk menjadi SMK yang masa studinya sedikit lebih lama dari SMK yang lainnya,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti yang disiarkan di kanal YouTube Kemendikdasmen.

Lintas Nasional: Kerja di Luar Negeri, Masa Studi SMK Jadi 4 Tahun

Iklan Indako SeputarSumut

Masa sekolah selama empat tahun tersebut terdiri dari tiga tahun sekolah umum dan satu tahun persiapan untuk bekerja di luar negeri. Setelah itu, lulusan dapat ditempatkan di perusahaan-perusahaan mancanegara.

“SMK itu kita desain untuk nanti bisa belajar 4 tahun dan 1 tahun yang terakhir adalah untuk penyiapan mereka bekerja di mancanegara,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Dalam merealisasikan program ini, Kemendikdasmen menggandeng dua kementerian lain yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Imigran.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera Utara Tidak Berpotensi Tsunami Menurut BMKG

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

“PKS ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sudah kami tanda tangani dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Dan kami dengan Kementerian Ketenagakerjaan akan bekerjasama untuk pengembangan pelatihan bagi para siswa SMK untuk dapat praktek di BLK yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Mu’ti.

Kemenaker lewat Balai Latihan Kerja (BLK) akan menyediakan wadah bagi siswa melaksanakan praktek kerja. Didukung Kementerian Pekerja Imigran, siswa yang telah matang akan disalurkan ke perusahaan mitra di luar negeri.

Selain itu, siswa yang telah lulus studi empat tahun dan praktek di BLK akan mendapatkan sertifikat berstandar. Sertifikat ini bisa digunakan mereka untuk melamar pekerjaan di luar negeri.

“Semoga SMK dapat kemudahan untuk mereka dapat praktik dan dapat sertifikat yang terstandar,” kata Mu’ti.

Mu’ti berharap program ini dapat menghasilkan talenta-talenta muda dengan skill yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, angka pengangguran dapat ditekan.

“Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan atau skill mereka sesuai dengan bidang-bidang yang mereka tekuni, juga diharapkan nanti para lulusan SMK dapat memiliki sertifikat sesuai dengan program pelatihan,” tambahnya.

Dikutip di laman resmi Vokasi Kemendikbud, SMK PK merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yakni SMK Center of Excellence (CoE) dan Revitalisasi SMK.

Program SMK PK memiliki empat sektor prioritas utama, yakni pemesinan dan konstruksi, ekonomi kreatif, hospitality, care services, serta prioritas lain (kerja sama luar negeri, KEK, maritim dan pertanian).

SMK PK juga menyertakan pelatihan kepala sekolah, guru kejuruan, kurikulum via pembelajaran dengan paradigma baru, serta digitalisasi sekolah.

Program SMK PK sebagai sekolah rujukan dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja sekolah di sekitarnya agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun industri. (CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
  • Realisasi APBN Sumatera Utara Mei 2026 Optimal Dorong Pemulihan Pasca Bencana dan Berdayakan UMKM
  • Portugal Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia 2-1
  • Kesiapan Pelaksanaan Jambore Daerah Sumut ke XI 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit Dioptimalkan
  • Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com