akarta, SeputarSumut – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-73 kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (7/10), sebuah gestur yang menyoroti semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara.
Menurut laporan media Korea Utara, Rodong Sinmun, Kim mengirimkan surat yang secara khusus ditujukan kepada Putin, menyebutnya sebagai “kawan terkasih” dan “Kamerad terdekat saya, Vladimir Putin.”
Dunia Internasional: Kim Jong Un Kirim Pesan ‘Kawan Terkasih’ ke Putin di Ulang Tahun ke-73, Tegaskan Aliansi ‘Tak Tergoyahkan’
“Saya menyampaikan ucapan selamat yang paling hangat dan tulus kepada Anda atas ulang tahun Anda yang penuh makna,” demikian kutipan Kim dalam surat tersebut, seperti dilansir oleh Korea Herald.
Pesan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menonjolkan hubungan pribadi yang erat antara kedua pemimpin. Hal ini sejalan dengan penguatan hubungan politik dan militer Pyongyang-Moskow belakangan ini.
Kim memuji kepemimpinan bijaksana dan pengabdian patriotik Putin. Ia juga meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Putin, Federasi Rusia telah menjadi “kekuatan kelas dunia” yang kokoh.
“Federasi Rusia menjadi kekuatan kelas dunia dengan stabilitas politik yang kuat dan kekuatan nasional yang kokoh, dengan bangga memimpin dalam menciptakan dunia multipolar,” ungkap Kim, menekankan peran Rusia di panggung global.
Kim meyakini bahwa aliansi Korea Utara dan Rusia saat ini telah memasuki masa kejayaan baru dan akan terus berkembang, didorong oleh persahabatan yang hangat dan ikatan persaudaraan yang erat.
Pyongyang dan Moskow ditegaskan akan selalu bersatu, menjadikan persahabatan yang mereka jalin abadi dan tak tergoyahkan. Kemitraan strategis ini dianggap akan memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan tatanan internasional yang adil dan multipolar.
Sebagai bentuk komitmen, Kim juga berjanji akan terus sepenuhnya mendukung perjuangan rakyat Rusia untuk mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan kepentingan keamanan mereka.
Kim menekankan bahwa Pyongyang menganggap dukungan ini sebagai “kewajiban persaudaraan” dan berjanji akan “tetap setia dalam menegakkan implementasi perjanjian bilateral.”
Sejak penandatanganan Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada Juni tahun lalu, Korut dan Rusia telah memperluas kerja sama di bidang militer dan ekonomi, memperkuat yang mereka sebut sebagai “aliansi yang terikat darah.”
Sebagai konteks, Kim dan Putin terakhir kali bertemu pada 3 September di Beijing, di sela-sela acara parade militer. Dalam pertemuan itu, keduanya menegaskan kembali komitmen untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral.
Bahkan, Korut dilaporkan telah mengirim sekitar 14.000 tentara ke Rusia sejak akhir tahun lalu, sebuah keterlibatan yang baru-baru ini diakui secara terbuka oleh Kim dan Putin.(*/cnni)


