Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Konflik SARA dalam 3 Hari Renggut Nyawa 82 Orang

Oleh Redaksi 15
Senin, 25 November 2024
Foto: Bendera Pakistan.

Bendera Pakistan.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Peshawar – Konflik sektarian sengit di Pakistan barat laut telah menewaskan sedikitnya 82 orang dan melukai 156 lainnya dalam 3 hari terakhir. Bentrokan ini disebut terjadi antara komunitas Syiah dan Sunni.

Dilansir AFP, Minggu (24/11/2024), Pakistan merupakan negara dengan mayoritas Sunni. Tetapi, distrik Kurram di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang dekat perbatasan dengan Afghanistan memiliki populasi Syiah besar.

Dunia Internasional: Konflik SARA dalam 3 Hari Renggut Nyawa 82 Orang

Iklan Indako SeputarSumut

Kedua komunitas tersebut telah bentrok selama beberapa dekade. Serangan kekerasan terbaru dimulai pada hari Kamis (21/11) ketika dua konvoi Muslim Syiah yang bepergian di bawah pengawalan polisi disergap. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 43 orang dan memicu dua hari pertempuran senjata.

“Bentrokan dan serangan terhadap konvoi pada tanggal 21, 22, dan 23 November telah mengakibatkan 82 kematian dan 156 cedera,” kata seorang pejabat pemerintah setempat yang berbicara dengan syarat anonim.

“Di antara yang tewas, 16 orang adalah Sunni, sementara 66 orang berasal dari komunitas Syiah,” sambungnya.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Sekitar 300 keluarga mengungsi pada hari Sabtu (23/11) saat baku tembak dengan senjata ringan dan berat berlanjut hingga malam waktu setempat. Namun, tidak ada korban baru yang dilaporkan pada Minggu pagi.

“Jaringan seluler di Kurram masih terputus dan lalu lintas di jalan raya utama dihentikan,” kata pejabat pemerintah setempat.

Polisi telah berjuang untuk menghentikan kekerasan di Kurram, yang merupakan bagian dari Daerah Suku yang Diatur Secara Federal yang semi-otonom hingga digabungkan dengan Khyber Pakhtunkhwa pada tahun 2018. Delegasi dari pemerintah provinsi mengadakan pembicaraan dengan komunitas Syiah pada hari Sabtu dan dijadwalkan untuk bertemu dengan komunitas Sunni pada hari Minggu ini.

Seorang pejabat keamanan di ibu kota provinsi Peshawar mengatakan helikopter negosiator telah diserang saat tiba di wilayah tersebut, meskipun tidak ada yang terluka.

“Prioritas kami saat ini adalah menengahi gencatan senjata antara kedua belah pihak. Setelah itu tercapai, kami dapat mulai mengatasi masalah yang mendasarinya,” kata Menteri Hukum provinsi Aftab Alam Afridi.

Bulan lalu sedikitnya 16 orang, termasuk tiga wanita dan dua anak-anak, tewas dalam bentrokan sektarian di Kurram. Bentrokan sebelumnya pada bulan Juli dan September menewaskan puluhan orang dan berakhir hanya setelah jirga, atau dewan suku, menyerukan gencatan senjata.

Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan mengatakan 79 orang tewas antara bulan Juli dan Oktober dalam bentrokan sektarian. Beberapa ratus orang berdemonstrasi menentang kekerasan pada hari Jumat di kota terbesar kedua Pakistan, Lahore dan Karachi, pusat komersial negara itu. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com