Jakarta, SeputarSumut – Tim SAR gabungan kembali menemukan tujuh jenazah korban bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Kamis (20/11). Dengan penemuan ini, jumlah korban tewas kini menjadi 10 orang, sementara 18 orang lainnya diperkirakan masih hilang dan dalam pencarian.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya Jumat (21/11), membenarkan bahwa jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 18 orang masih dicari.
Lintas Nasional: Korban Longsor Banjarnegara Jadi 10, 18 Hilang
Bencana itu juga menyebabkan tujuh warga mengalami luka-luka, 48 rumah roboh atau hilang, 195 rumah terdampak, dan jumlah pengungsi mencapai 934 jiwa, berdasarkan data hingga Kamis (20/11).
Muhari menyebut, sebanyak 700 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan berbagai unsur lainnya terus memaksimalkan operasi di tiga sektor pencarian. Operasi ini dilengkapi peralatan alkon, K-9, serta dukungan alat berat.
Untuk mempercepat proses evakuasi, 12 unit excavator dan 12 alkon dikerahkan, termasuk untuk penanganan kubangan air yang menghambat area longsoran. Selain itu, dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum.
Proses pencarian dan evakuasi menghadapi sejumlah hambatan, terutama potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air di area longsoran, dan aliran mata air yang terus mengalir.
Untuk mengurangi risiko, Muhari menjelaskan bahwa BNPB bersama lintas instansi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), membuat jalur pembuangan air, serta menyiapkan aliran agar air dapat mengalir langsung ke sungai.(*/cnni)


