Jakarta, SeputarSumut – Korban tewas akibat bencana hujan deras, banjir, dan tanah longsor yang melanda Vietnam tengah telah melonjak menjadi 55 orang per hari Sabtu (22/11). Kenaikan ini cukup signifikan, bertambah lebih dari 10 jiwa dari laporan hari sebelumnya (Jumat, 21/11) yang mencatat 41 korban tewas.
Selain korban jiwa, Badan Penanggulangan Bencana Vietnam turut mengumumkan bahwa hingga saat ini sedikitnya 13 orang masih dilaporkan hilang dalam insiden tersebut.
Dunia Internasional: Korban Tewas Banjir Vietnam Naik Drastis: 55 Jiwa
Dalam sepekan terakhir, kawasan Vietnam tengah—yang dikenal sebagai pusat penghasil kopi utama dan lokasi pantai-pantai populer—mencatat curah hujan yang ekstrem, melebihi 1.900 mm (74,8 inci) di beberapa wilayah. Perlu diketahui, wilayah ini memang rentan terhadap ancaman badai dan banjir.
Seperti dilansir Reuters pada Sabtu (22/11), Provinsi Dak Lak mencatat hampir separuh dari total korban tewas, dengan angka mencapai 27 orang. Sementara itu, Provinsi Khanh Hoa melaporkan 14 orang tewas.
Diperkirakan bahwa banjir ini telah menyebabkan kerugian besar pada perekonomian negara, dengan perkiraan dari pemerintah mencapai sekitar 8,98 triliun dong atau setara dengan Rp5,69 miliar (asumsi kurs 1 dong=Rp0,63).
Dampak lain dari bencana ini sangat luas, mencakup lebih dari 235.000 rumah yang terendam banjir, serta hampir 80.000 hektar tanaman yang mengalami kerusakan, demikian data dari badan penanggulangan bencana Vietnam.
Penduduk yang terjebak terlihat dalam beberapa foto yang beredar di media pemerintah Vietnam. Foto-foto tersebut memperlihatkan warga berada di atas atap rumah yang terendam air dan sedang meminta pertolongan.
Kawasan Khanh Hoa, Gia Lai, dan Dak Lak tampak terendam parah dalam foto-foto yang memperlihatkan dampak banjir secara visual.
Menanggapi situasi darurat ini, angkatan laut segera turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan menolong warga yang terjebak di Khanh Hoa, di mana ketinggian banjir dilaporkan mencapai level tertingginya, menurut laporan Kantor Berita Vietnam.
Mengingat wilayah ini adalah lokasi produksi kopi dan destinasi pantai paling populer, Vietnam memang sering menghadapi ancaman badai dan banjir yang signifikan.
Para pedagang lokal menyatakan bahwa banjir telah menghambat proses panen kopi di daerah terdampak, yang merupakan aktivitas ekonomi vital di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, bencana alam ini juga merusak infrastruktur. Sebuah jembatan gantung di Sungai Da Nhim, Provinsi Lam Dong, dilaporkan terhantam arus sungai yang deras pada Kamis pagi, sebagaimana diberitakan oleh media VietnamNet.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan jembatan tersebut hilang ditelan sungai hanya dalam hitungan detik. Meskipun demikian, Reuters belum dapat mengonfirmasi keaslian rekaman video tersebut.(*/cnni)


