seputar-Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi memiliki juru bicara (jubir). KPK telah menunjuk Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai jubir definitif.
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan selama ini posisi jubir diisi oleh Ali Fikri sebagai pelaksana harian (plh). Dia mengatakan Ali Fikri saat ini masih bertugas sebagai Kabag Pemberitaan KPK.
Lintas Nasional: KPK Tunjuk Jubir Baru, Tessa Mahardhika Sugiarto Gantikan Ali Fikri
“Betul. Beliau (Ali Fikri) tetap sebagai Kabag Pemberitaan, selama ini beliau cuma sebagai plh jubir,” kata Tanak ketika dimintai konfirmasi, Jumat (7/6/2024).
Dia mengatakan Jubir KPK akan dijabat oleh Tessa Mahardhika Sugiarto. Tessa sebelumnya sempat mengikuti seleksi untuk posisi Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK.
“Jabatan Pak Ali adalah Kabag Pemberitaan, tetapi selama ini beliau diangkat sebagai plh. Jubir dan sekarang sudah diangkat jubir yang definitif Pak Tessa Mahardhika Sugiarto,” tambahnya.
Ali Fikri menjadi Plt Juru Bicara KPK sejak 2019. Ali Fikri mengisi posisi jubir setelah ditinggal oleh Febri Diansyah.
Siapa Tessa?
Dikutip dari laman Indonesia Financial Crime Compliance Conference 2023, di mana Tessa pernah menjadi salah satu pembicara, disebutkan bahwa ia merupakan investigator tindak pidana korupsi senior di KPK.
Dia mendapatkan gelar sarjananya dari Sekolah Ilmu Kepolisian. Kemudian mendapatkan gelar master di bidang komunikasi.
Sebelum bergabung di KPK, dia bertugas di Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tindak pidana umum, yang menyangkut kejahatan dilakukan kelas menengah ke bawah.
Kemudian Tessa bergabung dengan KPK dan ditugaskan mengusut tindak pidana tergolong white collar crime seperti korupsi dan pencucian uang.
Tessa disebut punya pengalaman 6,5 tahun di kepolisian sebelum akhirnya bergabung dengan KPK pada 2010 hingga sekarang.
Sejumlah kasus pernah ditangani oleh Tessa. Salah satunya yakni penyidikan dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP).
Tessa pernah ikut dalam seleksi jabatan madya di KPK. Dia pernah ikut seleksi Direktur Dumas KPK (2020) dan seleksi Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I (2023).
Dia juga pernah membuat penelitian pada 2022 bersama Poppy Ruliana berjudul ‘Pengaruh Pemberitaan Pemberhentian Pegawai terhadap Citra Komisi Pemberantasan Korupsi.’
Dalam laporan terakhirnya sebagai penyidik tindak pidana korupsi ahli madya, Tessa melaporkan punya harta Rp 1.193.152.125. Jumlah tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan pada 22 Februari 2024 untuk tahun periodik 2023.
Alat transportasi dan mesin: Honda Vario 2017 dan Mobil Hyundai H-1 2018 senilai total Rp 517.000.000;
Harta bergerak lainnya: Rp 100 juta;
Kas dan setara kas: Rp 446.000;
Harta lainnya: Rp 500.000.000;
Utang: Rp 1.024.293.875
Total Harta: Rp 1.193.152.125. (detikcom/kumparan)

