Medan, SeputarSumut — Komisi Pengawas Persaingan Usaha Kantor Wilayah I (KPPU Kanwil I) resmi melakukan penjajakan kerja sama sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI). Agenda strategis ini difokuskan pada pengembangan lini program pendidikan, kewirausahaan, serta penguatan kapasitas para mahasiswa dalam menyongsong era digital.
Rombongan delegasi dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil I Ridho Pamungkas dengan didampingi Kepala Bagian Administrasi Devi Siadari beserta jajaran staf administrasi yang terdiri atas Dewi Sibarani, M. Reskan, dan Zulfikar. Kedatangan tim tersebut disambut secara langsung oleh Wakil Rektor I UPMI Dr. Budi Alamsyah Siregar, S.E., M.M di area ruang rektorat.
Berita Ekonomi: KPPU Kanwil I dan UPMI Jajaki Kerja Sama Dorong Kewirausahaan dan Persaingan Usaha Sehat
Dalam forum diskusi tersebut, Ridho menjelaskan bahwa fungsi dan tanggung jawab KPPU tidak terbatas pada penegakan hukum demi memberantas praktik persaingan usaha tidak sehat semata. Instansi ini juga memegang peranan penting dalam melakukan pengawasan terhadap pola kemitraan agar interaksi bisnis antara pelaku usaha skala besar dengan sektor UMKM dapat terwujud secara sehat, adil, serta seimbang.
Di mata Ridho, eskalasi teknologi dan tren ekonomi digital memberikan ruang yang sangat luas bagi generasi muda dalam mendirikan bisnis yang kompetitif sekaligus inovatif. Walau demikian, pemahaman yang mendalam mengenai prinsip etika berbisnis, atmosfer persaingan usaha yang sehat, hingga skema kemitraan yang adil tetap menjadi pilar krusial agar usaha yang dirintis dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Mahasiswa saat ini memiliki peluang besar untuk menjadi pengusaha muda yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Karena itu, penting juga untuk memahami bagaimana membangun usaha yang sehat, kompetitif, dan tidak merugikan pelaku usaha lainnya,” ujar Ridho.
Melalui program kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan bisa memperoleh perluasan cakrawala berpikir terkait dinamika dunia usaha, perkembangan ekonomi digital, konsep inovasi bisnis, serta urgensi iklim kompetisi yang sehat dan kemitraan berkeadilan demi mendongkrak pertumbuhan sektor UMKM.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor I UPMI Dr. Budi Alamsyah Siregar menyatakan apresiasi serta menyambut positif inisiatif kerja sama yang ditawarkan. Ia menegaskan bahwa pihak UPMI secara konsisten terus memotivasi para mahasiswanya agar tidak sekadar berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, melainkan harus mampu merintis peluang bisnis baru demi membuka lapangan pekerjaan.
Sejauh ini, UPMI tercatat telah mengikat jalinan sinergi dengan bermacam-macam institusi pemerintahan, badan peradilan, hingga lembaga yang berfokus pada bidang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Di samping itu, lingkungan kampus juga secara berkala mengundang para dosen praktisi guna membagikan wawasan aplikatif mengenai peta dunia usaha serta strategi pengembangan kewirausahaan.
“Mahasiswa harus mampu melihat potensi daerah dan mengembangkannya menjadi peluang usaha yang kreatif dan inovatif. Dengan begitu, mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Budi.
Guna menindaklanjuti pertemuan tersebut, pihak UPMI mengajukan usulan kemitraan yang lebih nyata dan berbasis pada aksi penerapan melalui format Implementation Agreement (IA). Program kerja sama terstruktur tersebut nantinya diproyeksikan bakal mencakup penyelenggaraan seminar ilmiah, kuliah umum, riset bersama, program pemagangan yang memberikan dampak riil, hingga berbagai aktivitas yang menunjang pengembangan jiwa wirausaha mahasiswa.
Lewat sinergi kolektif ini, KPPU Kanwil I bersama UPMI menaruh harapan besar untuk dapat mencetak generasi penerus yang tangguh, adaptif dalam merespons penetrasi teknologi, sekaligus memiliki bekal pengetahuan mengenai signifikansi asas persaingan sehat di tengah pusaran ekonomi digital.(Siong)

