Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ekonomi

KPUM Medan dan Kesper Sumut Mohon Kredit Lunak untuk Peremajaan 2.000 Angkot Tidak Layak

Oleh Redaksi 15
Minggu, 21 September 2025
Foto: Ketua KPUM Medan, M. Hasibuan, dan Ketua Kesper Sumut, Israel Situmeang, dalam acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat Sumut, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M.(Ist)

Ketua KPUM Medan, M. Hasibuan, dan Ketua Kesper Sumut, Israel Situmeang, dalam acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat Sumut, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M.(Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Medan, SeputaarSumut – Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) Medan dan Kesatuan Supir & Pemilik Angkutan Umum (Kesper) Sumut secara resmi menyuarakan harapan mereka kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan kredit program peremajaan angkutan kota (angkot). Permohonan ini diajukan untuk memperbarui sekitar 2.000 unit angkot milik anggota kedua organisasi yang telah dinyatakan tidak layak jalan.

Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPUM Medan, M. Hasibuan, dan Ketua Kesper Sumut, Israel Situmeang, dalam acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat Sumut, Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M., yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia. Pertemuan ini berlangsung di Medan pada Jumat, 19 Agustus 2025.

Berita Ekonomi: KPUM Medan dan Kesper Sumut Mohon Kredit Lunak untuk Peremajaan 2.000 Angkot Tidak Layak

Iklan Indako SeputarSumut

Kondisi Angkot Memprihatinkan, Kebutuhan Ekonomi Jadi Alasan

Ketua KPUM Medan, M. Hasibuan, dalam pemaparannya mengungkapkan fakta memprihatinkan di lapangan. Sebagian besar dari 1.500 angkutan yang menjadi anggota koperasinya sudah dalam kondisi tidak layak. Meski demikian, para pengemudi terpaksa tetap mengoperasikannya untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga mereka sehari-hari.

“KPUM mengakui, angkutan yang tidak atau kurang layak tentu saja tidak membuat penumpang merasa nyaman,” ujar Hasibuan dengan jujur. Ia menambahkan bahwa kondisi kendaraan yang buruk tersebut juga turut mengganggu wajah dan estetika Kota Medan.

Berita Terkait

OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031

IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan

Oleh karena itu, Hasibuan berharap Dr. Parlindungan Purba dapat menjadi penyambung lidah dan memfasilitasi pertemuan KPUM dengan pihak-pihak terkait, baik pemerintah maupun perbankan. “Kami berharap anggota bisa dapat kredit lunak untuk pengadaan unit kendaraan yang baru dan sesuai spesifikasi angkutan kota penumpang,” pintanya.

Persaingan dengan Transportasi Online Semakin Memberatkan

Pernyataan senada disampaikan oleh Ketua Kesper Sumut, Israel Situmeang. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 1.200 anggotanya juga mengalami kesulitan ekonomi yang sangat berat. Persaingan ketat dengan angkutan transportasi online semakin sulit dihadapi karena kondisi kendaraan yang dioperasikan anggotanya sebagian besar sudah tidak bagus lagi.

“Bagaimana mau melayani penumpang secara maksimal dengan keterbatasan kualitas kendaraan?” tanya Israel retoris. Ia menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya masih sangat membutuhkan kehadiran angkot dengan berbagai alasan, mulai dari tarifnya yang lebih murah hingga rutenya yang banyak dan menjangkau berbagai kawasan permukiman. “Anak sekolah termasuk yang paling membutuhkan angkot,” imbuhnya.

Parlindungan Purba Janji Akan Fasilitasi Pertemuan dengan Pihak Terkait

Menanggapi keluhan tersebut, tokoh masyarakat Sumut, Dr. Parlindungan Purba, menyatakan komitmennya untuk membantu. Ia berjanji akan membicarakan masalah angkot di Medan ini kepada pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

“Masalah transportasi harus diatasi, karena selain menjadi kebutuhan masyarakat, kontribusi transportasi terhadap pergerakan ekonomi di Indonesia sangat signifikan,” tegas Parlindungan yang pernah menjadi anggota DPD RI itu.

Ia menjelaskan bahwa sektor transportasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusinya hadir dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas. “Infrastruktur transportasi yang baik memungkinkan distribusi barang dan jasa secara efisien, berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Tak hanya itu, sektor ini juga berfungsi sebagai penghubung berbagai sektor lain seperti industri, perdagangan, dan pariwisata, sehingga meningkatkan daya saing produk dan memperluas pasar. “Yang tak kalah penting adalah penciptaan lapangan kerja. Bayangkan anggota KPUM Medan dan Kesper saja hampir 3.000 orang,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Parlindungan Purba mengatakan akan mempertemukan perwakilan KPUM Medan, Kesper Sumut, dan Organda (Organisasi Angkutan Darat) dengan jajaran dinas terkait dan perbankan. “Perlu ada diskusi untuk mencari solusi bagi masalah di sektor transportasi angkot. Semua perlu mendukung program peningkatan perekonomian Kota Medan dan Sumut secara menyeluruh,” ajaknya.

Saran Modernisasi Sarana Dalam Kendaraan

Parlindungan juga menambahkan bahwa dalam program peremajaan armada nanti, yang perlu diperhatikan tidak hanya mesin dan bodi kendaraan, tetapi juga sarana di dalamnya. Ia mengingatkan pentingnya penerapan tempat duduk penumpang dengan posisi semua menghadap ke depan, sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau bisa, juga perlu ada AC, walau konsekuensinya tarifnya lebih tinggi. Pembayaran non-tunai juga bisa dipertimbangkan mengikuti perkembangan zaman,” tutup Parlindungan Purba, memberikan masukan untuk peningkatan kualitas layanan angkutan umum di Medan ke arah yang lebih modern dan nyaman.(REL/Siong)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Perkuat Ekosistem Aset Keuangan Digital dan Kripto Melalui Roadmap 2026-2031
  • IHSG Menguat 2,28 Persen Mengikuti Tren Bursa Asia pada Akhir Pekan
  • Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada
  • Rangkaian Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dimulai Hari Ini di Iran
  • Remaja 16 Tahun Tenggelam di Sungai Ular Serdang Bedagai Masih Dalam Pencarian
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com