Toba, SeputarSumut –;Peristiwa tragis menimpa rombongan pelajar setelah empat orang di antaranya tenggelam saat berwisata di objek wisata Pemandian Sanjuntak atau Pantai Simanjuntak yang berada di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba pada Rabu (24/6/2026). Akibat insiden di kawasan Danau Toba tersebut, seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia setelah sempat hilang, sementara tiga orang rekan lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, memberikan konfirmasi bahwa para pelajar yang mengalami musibah tenggelam tersebut merupakan bagian dari rombongan Naosobulung GPDI Dolok Sanggul. Dari total korban yang tenggelam, satu orang anak di antaranya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kabar Daerah: Kronologi Pelajar Asal Dolok Sanggul Tewas Tenggelam di Tempat Wisata Pemandian Sanjuntak Danau Toba
“Korban meninggal bernama Jeremi Hutasoit, 14 tahun, berhasil dievakuasi warga. Pencarian dilakukan sekitar setengah jam. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan sempat dibawa ke rumah sakit HKBP Balige,” ucap Sikkat, Kamis (25/6/2026).
Keterangan mengenai identitas korban tewas juga dipaparkan oleh Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, yang menyebutkan bahwa Jeremi merupakan seorang warga yang berasal dari Desa Purba Manalu, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Awalnya ada empat orang yang tenggelam di Pantai Simanjuntak, Desa Meat. Tetapi tiga lainnya dapat diselamatkan. Sementara seorang lagi ditemukan sudah tewas,” ucap Khairuddin.
Pihak kepolisian dari Polres Toba pada awalnya sempat menunggu kehadiran pihak keluarga di rumah sakit untuk proses pengurusan jenazah agar dapat segera dimakamkan. Akan tetapi, hingga beberapa waktu berlalu, belum ada satu pun anggota keluarga korban yang datang untuk menjemput. Situasi tersebut membuat personel Polres Toba berinisiatif mengambil tindakan untuk mengantarkan langsung jenazah korban menuju ke rumah duka yang berada di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Ternyata setelah dimintai keterangan, hubungan orang tua korban tidak harmonis. Ibunya bekerja sebagai TKW. Meski begitu, pihak keluarga menerima penyebab kematian korban,” tutur Khairuddin.(*/mst)


