Medan, SeputarSumut — PT Railink (KAI Bandara) secara resmi menyatakan komitmennya untuk terus memperluas jaringan konektivitas transportasi publik di Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini diwujudkan melalui penambahan layanan kereta api guna menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama bagi warga yang berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan area di sekitarnya. Upaya strategis dari pihak perusahaan ini ditujukan untuk memfasilitasi pergerakan mobilitas masyarakat agar menjadi lebih aman, mudah, serta nyaman, yang pada akhirnya diharapkan sanggup memberikan kontribusi positif bagi laju pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Keputusan ekspansi ini diambil atas dasar tingginya antusiasme serta minat masyarakat yang memanfaatkan layanan KA Srilelawangsa, di mana grafik pertumbuhannya menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Sepanjang operasional pada tahun 2024, KA Srilelawangsa tercatat telah memberikan pelayanan kepada total 3.085.294 pelanggan. Jumlah massal tersebut terbagi atas 2.881.442 pelanggan yang menggunakan fasilitas layanan Public Service Obligation (PSO) serta sebanyak 203.852 pelanggan yang memakai layanan komersial.
Berita Ekonomi: KAI Bandara Perluas Jangkauan Layanan KA Srilelawangsa di Sumatera Utara untuk Dukung Mobilitas dan Ekonomi Daerah
Memasuki tahun 2025, angka keterangkutan penumpang mengalami lonjakan yang cukup signifikan dengan menyentuh total 4.115.680 pelanggan. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sebesar 33,4% jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Faktor pendorong peningkatan ini ditopang oleh kenaikan jumlah pengguna layanan PSO yang menyentuh angka 3.614.281 pelanggan serta sektor layanan komersial yang berhasil membukukan angka sebanyak 501.399 pelanggan.
Tren performa positif ini terus berlanjut pada periode Januari hingga Mei 2026, di mana moda KA Srilelawangsa telah melayani sebanyak 1.775.762 pelanggan. Akumulasi data tersebut terdiri dari 664.833 pelanggan untuk relasi Medan–Bandara Kualanamu, serta 1.110.932 pelanggan untuk pergerakan relasi Medan–Binjai–Kualabingai. Rangkaian pencapaian ini menjadi pembuktian nyata bahwa moda transportasi berbasis rel telah menjadi salah satu opsi utama bagi masyarakat, baik untuk akses menuju bandara maupun pergerakan komuter antarkota di wilayah Sumatera Utara.
Melihat fenomena lonjakan angka keterangkutan tersebut, Presiden Direktur PT Railink, Porwanto Handry Nugroho, angkat bicara dan menyatakan bahwa penambahan jumlah pengguna merupakan indikator yang sangat valid mengenai tingginya kebutuhan publik terhadap akomodasi massal berbasis rel yang terjangkau serta dapat diandalkan.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan KA Srilelawangsa menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempercayai transportasi kereta api sebagai sarana mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, KAI Bandara terus berupaya memperluas jangkauan layanan agar manfaat transportasi kereta api dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan kawasan sekitarnya. Kehadiran layanan baru ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat menuju Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, maupun antarwilayah di Sumatera Utara,” ujar Porwanto saat memberikan keterangan di Kota Medan pada hari Kamis, 25 Juni 2026.
Lebih mendalam lagi, realisasi dari kebijakan penambahan rute layanan ini diproyeksikan mampu menghadirkan multiplier effect berupa stimulus ekonomi yang produktif bagi hajat hidup warga lokal. Struktur konektivitas wilayah yang semakin solid dipastikan bakal membuka jalur aksesibilitas yang lebih lebar terhadap berbagai pusat kegiatan ekonomi, fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, sekaligus merangsang laju pertumbuhan sektor usaha serta dinamika aktivitas perdagangan regional.
Berperan sebagai pihak operator transportasi berbasis rel yang menaruh perhatian utama pada aspek keselamatan, faktor kenyamanan, serta prinsip keberlanjutan, KAI Bandara dipastikan akan terus menyajikan inovasi layanan yang memberikan nilai tambah bagi khalayak luas. Langkah ini sekaligus diaplikasikan guna menyokong cetak biru pembangunan infrastruktur transportasi publik yang saling terintegrasi dengan baik di wilayah Sumatera Utara.
Melalui program pengembangan perluasan jangkauan moda ini, KAI Bandara menaruh harapan besar agar dapat memangkas jarak akses transportasi ke tengah masyarakat, memperkokoh jalinan konektivitas antarwilayah, serta bertransformasi menjadi salah satu roda penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang sifatnya berkelanjutan.(Siong)


