Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Mantan Presiden Prancis Dihukum Wajib Pakai Gelang Pelacak

Oleh Redaksi 15
Kamis, 19 Desember 2024
Foto: Nicolas Sarkozy.

Nicolas Sarkozy.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Paris – Pengadilan banding tertinggi Prancis mengonfirmasi putusan terhadap mantan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, atas kasus korupsi dan penyalahgunaan pengaruh. Sarkozy dihukum harus mengenakan penanda elektronik selama setahun.

Dilansir AFP, Rabu (18/12/2024), hukuman tersebut merupakan yang pertama bagi mantan kepala negara Prancis. Sarkozy dinyatakan bersalah atas upaya ilegal untuk mendapatkan bantuan dari seorang hakim.

Dunia Internasional: Mantan Presiden Prancis Dihukum Wajib Pakai Gelang Pelacak

Iklan Indako SeputarSumut

Pihak Sarkozy menyatkaan menghormati ketentuan hukuman setelah putusan Pengadilan Kasasi. Pengacaranya, Patrice Spinosi, mengatakan Sarkozy tetap akan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa.

Langkah di ECHR yang berpusat di Strasbourg ini tidak akan menghalangi pelaksanaan putusan pengadilan Prancis. Sanksi tersebut mulai berlaku dan Sarkozy telah menghabiskan semua jalur hukum dalam kasus di Prancis.

Spinosi mengatakan itu adalah ‘hari yang menyedihkan’ ketika ‘seorang mantan presiden diharuskan mengambil tindakan di hadapan hakim-hakim Eropa karena telah mengutuk negara yang nasibnya pernah ia pimpin’.

Berita Terkait

Delapan Biksu Buddha Tewas Ditabrak Truk Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun di Thailand

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Pada tahun 2021, pengadilan yang lebih rendah menemukan Sarkozy dan mantan pengacaranya, Thierry Herzog, telah membentuk ‘perjanjian korupsi’ dengan hakim Gilbert Azibert untuk memperoleh dan berbagi informasi tentang penyelidikan hukum. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun kepadanya.

Dua di antaranya ditangguhkan dan satu lagi berupa penahanan di rumah dengan tanda elektronik yang memungkinkan pergerakannya dipantau. Putusan itu telah ditegakkan oleh pengadilan banding sejak tahun lalu.

Sarkozy terus mengklaim dirinya tidak bersalah. Sementara, pengacaranya mengatakan dia ‘tidak akan menyerah dalam perjuangan ini’.

Tokoh sayap kanan, yang menjabat sebagai presiden selama satu periode antara 2007 dan 2012 gagal memenangkan pemilihan ulang. Dia telah terlibat dalam masalah hukum sejak meninggalkan jabatannya.

Kasus terbaru, yang dijuluki ‘Bismuth,’ muncul setelah kasus-kasus terpisah tentang pengeluaran dana kampanye yang berlebihan dan dugaan pendanaan oleh Libya untuk kampanye pemilihan Sarkozy tahun 2007. Meskipun memiliki masalah hukum, Sarkozy terus menikmati pengaruh dan popularitas yang cukup besar di kalangan politik kanan Prancis dan mendapat dukungan dari Presiden Emmanuel Macron yang diketahui sering ditemuinya.

Sumber-sumber mengatakan kepada AFP bahwa Sarkozy mengadakan pembicaraan di Istana Elysee awal bulan ini dalam upaya untuk membujuk Macron agar tidak menunjuk Francois Bayrou, seorang veteran beraliran tengah, sebagai Perdana Menteri. Mantan Presiden tersebut dikenal luas membenci Bayrou.(CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com