seputar-Medan | Warga dimediasi dengan pihak Sekolah Swasta Global Prima National Plus School di Kantor Lurah Sei Mati terkait Gang Abadi yang ditembok pihak sekolah. Mediasi tersebut berjalan dengan panas dan terjadi keributan.
Keributan tersebut terjadi karena warga merasa tersinggung dengan bahasa dari perwakilan sekolah yang mengaku tetap akan menembok gang tersebut. Warga sendiri meminta agar tembok yang dipasang dibongkar oleh pihak sekolah.
Info Medan: Mediasi Warga dengan Sekolah yang Tembok Gang di Medan Berjalan Panas
Terdengar beberapa warga tersulut emosinya mendengar perkataan perwakilan sekolah tersebut. Dia mengatakan buat apa mediasi jika sekolah ngotot.
“Kalau memang nggak mau bongkar, untuk apa mediasi kita, kalau ngotot aja nya. Itu gang itu sudah ada sejak 39 tahun lalu, sebelum aku lahir,” kata salah satu warga saat mediasi, Senin (4/3/2024).
Salah satu warga juga sempat diajak keluar untuk ditenangkan karena tersulut emosi. Setelah itu, media kembali dilanjutkan.
Pihak sekolah kemudian meminta waktu tiga hari untuk konsultasi terkait pembongkaran tembok itu ke yayasan. Namun warga menolak dan meminta sore ini dibongkar.
“Untuk apa tiga hari, sore ini aja, kalian aja pasang tembok tanpa izin,” ucap warga.

Sebelumnya, Sekolah Swasta Global Prima National Plus School menembok Gang Abadi di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Pihak sekolah pun dipanggil ke kantor lurah untuk dimintai klarifikasi terkait hal itu.
Lurah Sei Mati Fatimah Gabena Harahap mengatakan pihaknya sudah meninjau Gang Abadi yang tertutup tembok. Awalnya dia mengaku tidak mengetahui hal itu.
“Oh iya saya nggak tahu tentang itu, makanya begitu tahu hari Jumat langsung kami ke lapangan,” katanya Senin (4/3).
Setelah meninjau ke lokasi, pihaknya kemudian menyurati Sekolah Global Prima untuk meminta klarifikasi. Pertemuan itu dijadwalkan hari ini.
“Udah dibuat itu surat undangan ke pihak global terkait dengan itu,” ucapnya.
Diketahui Warga di Lingkungan I, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan resah karena akses ke rumah mereka terganggu usai Gang Abadi ditembok oleh pihak sekolah. Gang Abadi itu diduga ditutup oleh pihak Sekolah Swasta Global Prima National Plus School.
Pantauan detikSumut di lokasi, Sabtu (2/3), tembok tersebut berada di bagian belakang gedung sekolah. Terlihat gang itu ditembok menggunakan batu bata dengan ketinggian 3-4 meter.
Gedung sekolah Global Prima sendiri berada di dua sisi Gang Abadi. Pihak sekolah terlihat membuat jembatan penghubung dua gedung tersebut.
Salah satu warga sekitar bernama Romino Ismail (27) mengatakan tembok itu berdiri dalam 3 hari terakhir. Gang Abadi yang ditembok itu sepengetahuan warga di sekitar merupakan gang umum milik Pemkot Medan.
“Ini ditembok udah 3 hari ini lah. (Gang Abadi) ini untuk umum, sebelum saya lahir udah ada gang ini memang. Ini gang kota kemarin ada plang nya tapi sekarang nggak tahu lagi di mana,” kata Romino Ismail saat ditemui di lokasi.
Sekolah Global Prima sendiri disebut baru resmi berdiri 2009 silam. Awal pembangunan sekolah itu disebut sejak 2006.
Saat didatangi ke sekolah Global Prima, tidak ada pihak sekolah yang bisa memberikan keterangan. Sebab, berdasarkan informasi dari satpam sekolah itu, ada kegiatan di luar sekolah dan meminta agar datang kembali pada Senin (4/3).
“Saya sudah hubungi pihak sekolah, katanya Senin aja datang kembali ke sini,” kata Satpam bernama Iwan. (detiksumut/ss)


