Kamis, Juli 2, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Mayoritas Warga Aceh-Sumut, TNI AL Amankan 40 PMI Ilegal dari Malaysia

Oleh Redaksi 15
Kamis, 7 Maret 2024
Foto: Lanal Dumai mengamankan 40 PMI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia.

Lanal Dumai mengamankan 40 PMI ilegal yang dipulangkan dari Malaysia.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Dumai | Aksi pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) lewat jalur ilegal kembali diamankan gabungan F1QR Lanal Dumai dan Satgas Opsintelmar Koarmada I. Ada 40 orang PMI yang terdiri dari 32 laki-laki dan delapan orang perempuan diamankan.

Pengamanan puluhan pekerja ilegal asal Malaysia dilakukan pada Rabu, 6 Maret pukul 05.35 WIB. Mereka diamankan di Pantai Pelintung, Medang Kampai, Kota Dumai.

Lintas Nasional: Mayoritas Warga Aceh-Sumut, TNI AL Amankan 40 PMI Ilegal dari Malaysia

Iklan Indako SeputarSumut

“40 PMI tersebut diamankan berawal pada saat tim gabungan F1QR Lanal Dumai dan personel Satgas Opsintelmar Koarmada I memperoleh informasi masyarakat terkait pemulangan PMI non prosedural dari laut,” kata Komandan Lanal Dumai, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, Rabu (6/3/2024).

Tim lalu bergerak dan memantau PMI yang ada di perairan Rupat, Bengkalis. Termasuk di pesisir pantai Pelintung Kota Dumai.

Tim dibentuk 2, terdiri dari tim laut berada di perairan Rupat dan tim darat berada di pesisir pantai Pelintung, Dumai. Lalu, pada Selasa (5/3) sekitar pukul 21.30 WIB atas perintah Danlanal Dumai, tim gabungan bergerak.

Berita Terkait

BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia

Amanat dan Lima Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto di Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80

Selanjutnya, Rabu (6/3) pukul 04.30 WIB tim laut menginfokan kepada tim darat ada speed perkecepatan tinggi melintas di perairan Rupat mengarah ke Pesisir Pelintung Dumai. Tim darat kemudian melakkukan penyisiran, pemantauan dan pengintaian ke dalam kebun sawit hingga ke bibir Pantai Pelintung Kota Dumai.

“Pukul 05.15 WIB tim darat menemukan diduga PMI non prosedural kembali dari Malaysia sebanyak 40 orang PMI. Mereka sedang mengendap masuk hutan bakau tepatnya di pinggir Pantai Pelintung Kota Dumai untuk menunggu mobil penjemput dan rencana akan dibawa ke Terminal Kota Dumai,” kata Boy Yopi Hamel.

Selanjutnya tim gabungan mengamankan 40 orang PMI non prosedural tersebut ke Lanal Dumai untuk pendataan, pengecekan barang bawaan dan pengecekan kesehatan.

“Berdasarkan pemeriksaan awal bahwa 40 orang PMI tersebut, diketahui mereka berangkat dari penampungan yang berlokasi di Kota Kajang Semenyih Malaysia dan menuju ke speed boat lebih kurang 2 jam perjalanan. Masing-masing PMI tersebut harus membayar ongkos sebesar Rp 4-5 juta dan setelah di pantai harus membayar agen pantai di Indonesia Rp 100 ribu/orang,” katanya.

Adapun PMI tersebut mayoritas berasal dari Aceh dan Medan. Alasan memilih jalur ilegal untuk kembali ke Indonesia karena paspor yang sudah mati dan mahalnya biaya untuk kepengurusan perpanjangan ijin tinggal (Permid).

“Keberhasilan TNI AL mengamankan 40 orang PMI non prosedural ini merupakan salah satu bentuk kesiapan dan kesiapsiagaan TNI AL dalam menghadapi berbagai ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah kerjanyaal tersebut sesuai instruksi dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,” kata Boy. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com